Pemprov Sumbar Gelar Shalat Istisqa

Padang, Obsessionnews- Ribuan masyarakat mengikuti sholat istisqa atau minta hujan dan dzikir akbar di Mesjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (29/10). Sholat Istisqa dan Dzikir Akbar yang dimulai sekitar pukul 15:00 WIB, diikuti masyarakat dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Sholat Istisqa yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumbar bersama DPRD Sumbar, Kantor Kementerian Wilayah Sumbar dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, mengambil tema "Raihlah kasih sayang Allah SWT dengan selalu beridzikir dan berdoa kepadaNya agar terhindar dari Segala Musibah dan Marabaha". Ketua MUI Sumbar, Syamsul Bahri Katib berintak sebagai khatib. Dalam khutbahnya, khatib mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah. Khatib memohon kepada Allah supaya menurunkan hujan untuk keselatan manusia dibumi, hewan dan seluruh isi di bumi. "Hilangkan musibah asap, karena melumpuhkan kegiatan dan merusak tanaman," kata Syamsul Bahri Khatib dalam khutbahnya. Pelaksanaan sholat yang diikuti ribuan orang itu, diikuti TNI/Polri. Semua peserta berbaur melaksanakan sholat, memohon supaya hujan diturunakn untuk menghilangkan kabut asap yang menyelimuti negeri tercinta Indonesia. Sholat Istisqa yang digelar Pemerintah Provinsi Sumbar di Mesjid Raya Sumatera Barat, sebelumnya sudah dilaksanakan sholat Istisqa, misalnya pada Rabu (28/10). Sepanjang hari Rabu, pelaksanaan sholat Istisqa berlangsung dua kali. Setelah Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yodoyono melaksanakan sholat Istisqa bersama masyarakat di Mesjid Raya Ganting, juga dilaksanakan karyawan PT Semen Padang. Sejak Pagi, pelaksanaan sholat Istisqa di Kota Padang berlangsung dua kali. Kamis (29/10) siang, Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyah Sumbar melaksanakan sholat Istisqa dan dzikir di halaman Kantor Gubernur Sumbar Jalan Sudirman Kota Padang.
Aksi Ikatan Pemuda Tarbiyah Dibubarkan Puluhan pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyah Sumbar menggelar sholat Istisqa dan dzikir bersama di halaman Kantor Gubernur Sumbar, meminta hujan untuk mengurangi dampak paparan kabut asap. Usai melaksanakan sunnah, puluhan pemuda itu melakukan orasi meminta agar penanggulangan kabut asap dilakukan secara tegas dan cepat. Wakil Ketua Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyah Sumbar Muhammad Arif mengatakan, masyarakat sangat tersiksa akibat kabut asap. Bahkan, telah banyak korban meninggal dunia dan sakit akibat terserang infeksi saluran pernafasan akut. “Kabut asap ini ulah tangan tidak bertanggung jawab, demi keuntungan perusahaan namun dampaknya meluas ke masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan aksi menuntut pemerintah dan perusahaan bertanggung jawab sepenuhnya dengan memberikan ganti rugi,” tegasnya. Setelah melakukan aksi di halaman Kantor Gubernur, rencananya puluhan pemuda itu akan melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Sumatera Barat dengan berjalan kaki. Akan tetapi rencana dimaksud terpaksa dihentikan aparat kepolisian karena sebelumnya tidak melakukan pemberitahuan dan belum mengantongi izin dari pihak kepolisian. Sempat terjadi adu mulut antara salah seorang peserta aksi damai dengan aparat kepolisian. Kondisi memanas berhasil diredam oleh Kapolsek Padang Barat Kompol Sumintak, setelah pemuda Tarbiyah diberikan penjelasan dan izin melanjutkan aksi selama 10 menit. Setelah itu, peserta aksi damai membubarkan diri dengan tertib. (Musthafa Ritonga)
Aksi Ikatan Pemuda Tarbiyah Dibubarkan Puluhan pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyah Sumbar menggelar sholat Istisqa dan dzikir bersama di halaman Kantor Gubernur Sumbar, meminta hujan untuk mengurangi dampak paparan kabut asap. Usai melaksanakan sunnah, puluhan pemuda itu melakukan orasi meminta agar penanggulangan kabut asap dilakukan secara tegas dan cepat. Wakil Ketua Ikatan Pemuda Tarbiyah Islamiyah Sumbar Muhammad Arif mengatakan, masyarakat sangat tersiksa akibat kabut asap. Bahkan, telah banyak korban meninggal dunia dan sakit akibat terserang infeksi saluran pernafasan akut. “Kabut asap ini ulah tangan tidak bertanggung jawab, demi keuntungan perusahaan namun dampaknya meluas ke masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan aksi menuntut pemerintah dan perusahaan bertanggung jawab sepenuhnya dengan memberikan ganti rugi,” tegasnya. Setelah melakukan aksi di halaman Kantor Gubernur, rencananya puluhan pemuda itu akan melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Sumatera Barat dengan berjalan kaki. Akan tetapi rencana dimaksud terpaksa dihentikan aparat kepolisian karena sebelumnya tidak melakukan pemberitahuan dan belum mengantongi izin dari pihak kepolisian. Sempat terjadi adu mulut antara salah seorang peserta aksi damai dengan aparat kepolisian. Kondisi memanas berhasil diredam oleh Kapolsek Padang Barat Kompol Sumintak, setelah pemuda Tarbiyah diberikan penjelasan dan izin melanjutkan aksi selama 10 menit. Setelah itu, peserta aksi damai membubarkan diri dengan tertib. (Musthafa Ritonga) 




























