Hujan Langsung Turun Usai Shalat Istisqa

Hujan Langsung Turun Usai Shalat Istisqa
Padang, Obsessionnews - Gema asma Allah bergemuruh terdengar dari dalam Mesjid Raya Sumatera Barat. Asma Allah diucapkan warga yang rindu akan hujan turun setelah lama tidak datang akibat kemarau dan kabut asap. Kerinduan hamba Allah suoaya hujan turun, diaplikasikan dengan do'a minta hujan yang didahuli Sholat Istisqa. Belum usai Asma Allah dilantunkan ribuan masyarakat dari seluruh daerah kabupaten/kota di Sumbar, hujan turun dan disambut petir. Pimpinan Majelis Dzikir Babussalam Indonesia, Boy Lestari Dt Palindih memimpin dzikir setelah proses sholat dan khutbah selesai. Ribuan umat muslim dari berbagai elemen masyarakat berdatangan untuk mengikuti salat Istisqa yang dilaksanakan Pemprov Sumbar bekerjasama dengan MUI Sumbar, Kanwil Kemenag Sumbar, DPRD Sumbar dan Majelis Dzikir Babussalam Indonesia. Diantara ribuan jamaah yang hadir pada kesempatan tersebut juga terlihat, Gubernur Sumbar Reydonnizar Moenek, Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim, Ketua MUI Sumbar, Syamsul Bahri Khatib, Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah, Sekdaprov Sumbar, Ali Asmar, Kakanwil Kemenag Sumbar, Salman K Memed dan juga Forkopimda dilingkungan Pemprov Sumbar. Shalat Istisqa dihadiri santri dan santriwati yang berasal dari berbagai pesantren yang ada di Sumbar. sholat istisqa2 Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar, Salman M.M mengatakan seiring dengan banyaknya kegiatan Salat Istisqa yang dilaksanakan di Sumbar, hujan mulai mengguyur daerah ini. Kabut asap tak hanya di Sumbar tapi hampir diseluruh daerah di Indonesia. “Kabut asap merupakan ulah orang yang bertanggung jawab. Untuk itu kita berkumpul di Masjid Raya Sumbar dalam melaksanakan dzikir bersama yang telah diawali dengan salat Istisqa. Untuk itu saya menyampaikan terimakasih atas kegiatan yang dilaksanakan ini, dan muslimin dan muslimat yang hadir,” sebutnya. Pj Gubernur Sumbar, Reydonnyzar Moenek mengapresiasi langkah MUI dengan anggota Tarbiyah Sumbar yang menggagas kegiatan Shalat Istisqa dan Dzikir Akbar. "Sebagai orang beriman, disaat cobaan itu datang dan  sebagai makhluk yang lemah, kita tak akan mampu tanpa pertolongan dari Allah,” kata Donny. Menurut Donny, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan mengerahkan segara potensi dalam mengatasi kabut asap yang menjadi beban masyarakat. Namun disadari, itu semua sejauh ini belum berhasil ditanggulangi. “Kegiatan salat Istisqa ini menindaklanjuti arahan Pak Presiden Jokowi dan Pak Wapres Jusuf Kalla. Mungkin saat ini, Allah sedang mengingatkan kita karena telah lalai dengan perintahnya. Semoga dengan salat dan dzikir yang dilaksanakan ini, kita berharap Allah mengabulkan do’a bagi hambanya agar dapat memperbaiki keadaan yang terjadi saat ini,” ujar Donny. sholat istisqa3 “Saya bersama Forkopimda Pemprov Sumbar tentunya juga memohon agar kabut asap segera hilang. Sebab dampaknya banyak mengganggu perekonomian, pendidikan, dan munculnya penyakit sesak nafas. Untuk itu mari bersama kita berharap diberikan keselamatan. Kalau kita melihat provinsi tetangga yang jauh lebih parah, tentunya sudah seharusnya kita melakukan langkah pencegahan. Tapi saat ini selamatkan anak didik kita dulu. Sebagai gubernur saya telah memberikan restu kepada Pemda kabupaten/kota untuk mengambil langkah meliburkan sekolah TK dan SD terlebih dahulu,” terangnya. Sementara itu, Pimpinan Majelis Dzikir Babussalam Indonesia, Boy Lestari Dt Palindih mengungkapkan, sebagai hamba Allah yang tak pernah henti diberikan nikmatnya, seharusnya bersyukur atas nikmat yang diberikan. Salah satu cara bersyukur dengan berdzikir adalah mengingat Allah. Dzikir adalah penyejuk jiwa ketika masalah kehidupan datang silih berganti. “Sebagai manusia, kemampuan kita terbatas, permasalahan itu tak akan bisa dihindari. Termasuk kabut asap yang tengah terjadi saat ini, sudah seharusnya kita memohon ampunan kepada-Nya, mungkin selama ini kita telah lalai. Semoga dengan do’a dan dzikir yang dilakukan bersama ini, kabut asap yang melanda Sumbar ini dapat segera hilang,” ujar Boy Letari. (Musthafa Ritonga)