Pilkada Serentak, Ramai-Ramai Bantu 'Perbatasan'

Subang, Obsessionnews – Sejumlah partai di Kabupaten Subang menyatakan siap memberikan bantuan pemenangan calon yang diusung rekan partainya di kabupaten tetangga yang akan mengikuti Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember mendatang. Diantaranya dikatakan Ketua Partai Demokrat (PD) Kabupaten Subang, Ahmad Rizal siap memberikan support untuk wilayah yang berbatasan dengan Subang. Diantaranya Jatisari, Banyusari, Cilamaya, Tempuran, Wadas sampai ke pedalaman. “Kebetulan saya (tinggal) berbatasan dengan Karawang,” ujarnya kepada obsessionnews.com, Selasa (27/10/2015). Bentuk dukungan yang diberikan melalui pendekatan kepada saudara-saudara dengan memperkenalkan dan memberikan pengertian tentang calon yang diusung. Kemudian, kata Rizal, dengan mengerahkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang berbatasan untuk melakukan komunikasi. “Kita intensifkan komunikasi PAC-APC di daerah perbatasan,” ujarnya. Namun intensitasnya akan dilakukan mulai bulam Sebelasan (Nopember). “Kalau jauh-jauh hari kita juga akan capek,” tambahnya. [caption id="attachment_69442" align="aligncenter" width="640"]
Sekretaris DPD PAN Kab Subang, Boby Haerul Anwar saat ditemui Obsessionnews[/caption] Secara terpisah, Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kab Subang, Bobby Haerul Anwar, mengatakan sesuai perintah DPP (Dewan Pimpinan Pusat, pen) setiap daerah yang berbatasan wajib membantu. “Kita di Subang kebetulan yang berbatasan dengan Karawang berkewajiban membantu di Cilamaya dan Cikalong,” jelasnya. Sedangkan untuk Indramayu, kata Bobby, akan dibantu Cirebon dengan mengerahkan struktur partai membantu daerah yang berbatasan. Bentuk dukungan melalui hubungan saudara, teman sampai jaringan. “Apabila memiliki saudara, teman atau jaringan untuk membantu,” imbuhnya. Bantuan pemenangan calon juga dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Kata Bendahara DPC PDI-P Kab Subang, Ating Rusnatim mengatakan bahwa sesuai yang diputuskan Rapat Koordinasi (Rakor) bahwa DPC mendapat tugas khusus untuk membantu pemenangan di Indramayu dan Karawang dengan cara Gotong Royong berupa iuran. “Tiap anggota DPRD wajib bantu Rp2 jutaan untuk gotong royong Pilkada serentak Kabupaten tetangga,” katanya. Kemudian melakukan langkah-langkah politik berkoordinasi dengan pengurus partai di kecamatan yang berbatasan bergotong royong bahu-membahu pemenangan di sana. “Kalau Subang di Cibogo, Cipunagara, Compreng, Pusakajaya, Pusakanagara (bantu Indramayu),” ujarnya menjelaskan. Sedangkan untuk Kabupaten Karawang kita bantu dari Blanakan, Ciasem, Patokbeusi untuk mendorong pemenangan. Langkah tersebut dilakukan secara teroganisir dengan mengikuti arahan DPC Indramayu. “Kita hanya mensupport gerakan politik sesuai DPC sana,” katanya. Sedangkan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Subang kini tengah fokus menghadapi Musyawarah Daerah (Musda) yang akan dilaksanakan pada 31 Oktober mendatang. Menurut Ketua DPD PKS Subang, Agus Masykur, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat saat ini fokus ke daerah-daerah yang sedang Pilkada serentak. Bagi yang tidak Pilkada, seperti Subang, fokus pada Musda untuk membentuk perubahan struktur karena masa khidmahnya berakhir pada tahun 2015. “Saat ini kamis (PKS Subang) fokus pada penataan struktur dan rekrutmen kaderisasi. Bagaimana merapatkan barisan dan mengembangkan struktur semua jenjang,” jelasnya. [caption id="attachment_69438" align="aligncenter" width="640"]
Ketua DPD PKS Kab Subang, Agus Masykur Rosyadi[/caption] Adapun sikap DPD PKS Subang kepada daerah yang berbatasan, kata Agus percaya kader-kader di sana bekerja keras untuk memenangkan calon yang diusungnya. “Kita mendo’akan supaya bisa meraih kemenangan,” ujarnya. Selama ini tidak ada intruksi untuk membantu dalam arti membantu menggerakan massa ke daerah yang sedang melaksanakan Pilkada. Ketika ditanyakan strategi menghadapi Pilkada serentak 2018, Agus menyatakan DPD belum memikirkan secara detail karena masih lama. “Masih lama, atuh. Masih 3 tahun lagi,” tegasnya. Menurutnya semua partai dalam sikap menunggu dalam menghadapi Pilkada 2018. “Saya lihat semua partai masih menunggu. Jadi Peta (kekuatan partai) di Subang belum bisa dilihat,” tambahnya. Mengenai koalisi mengusung untuk mengusung calon, PKS tetap terbuka dengan mempertimbangkan hasil kajian dan perhitungan dengan membangun komunikasi politik kepada partai-partai politik lain. Strateginya akan dilaksanakan oleh pengurus baru, “Nanti saja setelah Musda bisa ditanyakan kepada kepada pengurus baru,” ujarnya. Sedangkan bagi Partai Demokrat persiapan menuju Pilkada 2018 terus dilakukan. Gambaran calon-calon yang akan diusung sudah ada tetapi belum pasti karena harus disetujui DPP. “Masih terlalu pagi kalau bicara untuk Subang. Karena masih ada kepentingan-kepentingan lain yang (lebih utama) harus kita pertimbangan,” tandasnya. PAN menyuarakan hal senada yang menganggap masih terlalu jauh masih lama waktunya. Untuk kontelasi politik masih jauh. Komunikasi politik tetap berjalan dengan setiap partai. “Karena (di Subang) baru PDI Perjuangan yang bisa mengusung sendiri calonnya tanpa koalisi. Jadi partai-partai lain harus berkoalisi,” ujar Bobby. Ia memperkirakan incumbent akan mencalonkan kembali. Karena menurutnya incumbent memiliki peluang yang lebih besar. “Untuk itu partai-partai lain harus memikirkan figur yang kuat untuk berkompetisi dengan incumbent,” katanya. [caption id="attachment_69444" align="aligncenter" width="640"]
Bendahara DPC PDI Perjuangan Kab Subang, Ating Rusnatim saat ditemui Obsession News[/caption] Berbeda dengan dengan yang lain, PDI Perjuangan lebih optimis karena memiliki kader yang sedang menjabat. Menurut Ating, kader yang sedang menjabat kinerjanay terus ditopang supaya bis amenorehkan hasil yang bisa dirasakan oleh masyarakat. “Kita tidak perlu kampanye kalau sudah ada penilaian positif,” ujarnya. Komunikasi politik yang dibangun di internal partai sudah ada mekanisme yang menjadi ketetapan. Nanti akan menjadi landasan. Kalau dengan publik akan dibangun dengn menunjukkan kinerja yang baik. Karena semuanya dikembalikan pada Rakyat. (Teddy)
Sekretaris DPD PAN Kab Subang, Boby Haerul Anwar saat ditemui Obsessionnews[/caption] Secara terpisah, Sekretaris DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kab Subang, Bobby Haerul Anwar, mengatakan sesuai perintah DPP (Dewan Pimpinan Pusat, pen) setiap daerah yang berbatasan wajib membantu. “Kita di Subang kebetulan yang berbatasan dengan Karawang berkewajiban membantu di Cilamaya dan Cikalong,” jelasnya. Sedangkan untuk Indramayu, kata Bobby, akan dibantu Cirebon dengan mengerahkan struktur partai membantu daerah yang berbatasan. Bentuk dukungan melalui hubungan saudara, teman sampai jaringan. “Apabila memiliki saudara, teman atau jaringan untuk membantu,” imbuhnya. Bantuan pemenangan calon juga dilakukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Kata Bendahara DPC PDI-P Kab Subang, Ating Rusnatim mengatakan bahwa sesuai yang diputuskan Rapat Koordinasi (Rakor) bahwa DPC mendapat tugas khusus untuk membantu pemenangan di Indramayu dan Karawang dengan cara Gotong Royong berupa iuran. “Tiap anggota DPRD wajib bantu Rp2 jutaan untuk gotong royong Pilkada serentak Kabupaten tetangga,” katanya. Kemudian melakukan langkah-langkah politik berkoordinasi dengan pengurus partai di kecamatan yang berbatasan bergotong royong bahu-membahu pemenangan di sana. “Kalau Subang di Cibogo, Cipunagara, Compreng, Pusakajaya, Pusakanagara (bantu Indramayu),” ujarnya menjelaskan. Sedangkan untuk Kabupaten Karawang kita bantu dari Blanakan, Ciasem, Patokbeusi untuk mendorong pemenangan. Langkah tersebut dilakukan secara teroganisir dengan mengikuti arahan DPC Indramayu. “Kita hanya mensupport gerakan politik sesuai DPC sana,” katanya. Sedangkan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Subang kini tengah fokus menghadapi Musyawarah Daerah (Musda) yang akan dilaksanakan pada 31 Oktober mendatang. Menurut Ketua DPD PKS Subang, Agus Masykur, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat saat ini fokus ke daerah-daerah yang sedang Pilkada serentak. Bagi yang tidak Pilkada, seperti Subang, fokus pada Musda untuk membentuk perubahan struktur karena masa khidmahnya berakhir pada tahun 2015. “Saat ini kamis (PKS Subang) fokus pada penataan struktur dan rekrutmen kaderisasi. Bagaimana merapatkan barisan dan mengembangkan struktur semua jenjang,” jelasnya. [caption id="attachment_69438" align="aligncenter" width="640"]
Ketua DPD PKS Kab Subang, Agus Masykur Rosyadi[/caption] Adapun sikap DPD PKS Subang kepada daerah yang berbatasan, kata Agus percaya kader-kader di sana bekerja keras untuk memenangkan calon yang diusungnya. “Kita mendo’akan supaya bisa meraih kemenangan,” ujarnya. Selama ini tidak ada intruksi untuk membantu dalam arti membantu menggerakan massa ke daerah yang sedang melaksanakan Pilkada. Ketika ditanyakan strategi menghadapi Pilkada serentak 2018, Agus menyatakan DPD belum memikirkan secara detail karena masih lama. “Masih lama, atuh. Masih 3 tahun lagi,” tegasnya. Menurutnya semua partai dalam sikap menunggu dalam menghadapi Pilkada 2018. “Saya lihat semua partai masih menunggu. Jadi Peta (kekuatan partai) di Subang belum bisa dilihat,” tambahnya. Mengenai koalisi mengusung untuk mengusung calon, PKS tetap terbuka dengan mempertimbangkan hasil kajian dan perhitungan dengan membangun komunikasi politik kepada partai-partai politik lain. Strateginya akan dilaksanakan oleh pengurus baru, “Nanti saja setelah Musda bisa ditanyakan kepada kepada pengurus baru,” ujarnya. Sedangkan bagi Partai Demokrat persiapan menuju Pilkada 2018 terus dilakukan. Gambaran calon-calon yang akan diusung sudah ada tetapi belum pasti karena harus disetujui DPP. “Masih terlalu pagi kalau bicara untuk Subang. Karena masih ada kepentingan-kepentingan lain yang (lebih utama) harus kita pertimbangan,” tandasnya. PAN menyuarakan hal senada yang menganggap masih terlalu jauh masih lama waktunya. Untuk kontelasi politik masih jauh. Komunikasi politik tetap berjalan dengan setiap partai. “Karena (di Subang) baru PDI Perjuangan yang bisa mengusung sendiri calonnya tanpa koalisi. Jadi partai-partai lain harus berkoalisi,” ujar Bobby. Ia memperkirakan incumbent akan mencalonkan kembali. Karena menurutnya incumbent memiliki peluang yang lebih besar. “Untuk itu partai-partai lain harus memikirkan figur yang kuat untuk berkompetisi dengan incumbent,” katanya. [caption id="attachment_69444" align="aligncenter" width="640"]
Bendahara DPC PDI Perjuangan Kab Subang, Ating Rusnatim saat ditemui Obsession News[/caption] Berbeda dengan dengan yang lain, PDI Perjuangan lebih optimis karena memiliki kader yang sedang menjabat. Menurut Ating, kader yang sedang menjabat kinerjanay terus ditopang supaya bis amenorehkan hasil yang bisa dirasakan oleh masyarakat. “Kita tidak perlu kampanye kalau sudah ada penilaian positif,” ujarnya. Komunikasi politik yang dibangun di internal partai sudah ada mekanisme yang menjadi ketetapan. Nanti akan menjadi landasan. Kalau dengan publik akan dibangun dengn menunjukkan kinerja yang baik. Karena semuanya dikembalikan pada Rakyat. (Teddy) 




























