Dolar AS Menguat Karena Duit Dicetak

Dolar AS Menguat Karena Duit Dicetak
Jakarta, Obsessionnews - Dugaan saat The Fed menaikkan suku bunga lantas dolar AS menguat nampaknya perlu dikaji lagi. Ini bisa saja terjadi kalau bank sentral Amerika Serikat (AS) melaksanakan niatnya bersamaan ketika Jepang dan Eropa mencetak uangnya lagi. Di dunia, kata Gundy Cahyadi, ekonom DBS Group Research, masih ada kebijakan moneter. Sementara di AS, tak ada lagi kebijakan Quantitative Easing (QE). Makanya, dolar AS sedikit terkoreksi. Menguatnya mata uang dolar AS memang berimbas terhadap hampir semua mata uang termasuk rupiah. Ketika Jepang dan Euro memutuskan mencetak uang untuk mendongkrak perekonomiannya, justru duit Paman Sam terus menguat. "Aset to GDP atau PDB di jepang misalnya, meningkat drastis. Ini artinya semakin banyak aset yang dicetak. Di Eropa sendiri meningkat pada 2014 dan di AS karena tidak lagi melakukan program QE, mentok di tahun 2015," jelas Gundy pada DBS Asian Insights Media Luncheon di Jakarta, Selasa (27/10). "Yang terjadi sekarang, nilai mata uang akan melemah karena mencetak uang baru," lanjut dia. Makanya, ketika The Fed menunda kenaikan suku bunga sampai tahun 2016, dolar AS akan terus menguat terhadap yen Jepang dan euro. Ini berarti, jika dolar AS menguat dan euro serta yen anjlok, maka mata uang Asia akan berada di tengah-tengah.(Mahbub Junaidi)