Pekan Ini IHSG Diperkirakan Tutup di Teritori Positif

Jakarta, Obsessionnews - Pada perdagangan pekan lalu, IHSG akhir pekan lalu tutup di 4653,146 atau menguat 68,584 poin (1,5%). Selama sepekan, indeks berhasil menguat 2,9% membaikkan posisi pekan sebelumnya yang koreksi 1,5%. Posisi IHSG akhir pekan kemarin, merupakan posisi penutupan tertingginya sejak perdagangan 10 Agustus lalu. Penguatan indeks, ditopang kembali masuknya dana asing seperti tercermin dari pembelian bersih yang mencapai Rp1,12 triliun. Sementara itu, penguatan nilai tukar rupiah atas dolar AS hingga ke posisi Rp 13.491 pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu juga turut memicu aksi beli pemodal. Pergerakan bullish pasar saham pada pekan lalu dipengaruhi dua faktor. Dari sisi internal, menurut analisa David Setyanto, pengamat pasar modal First Asia Capital, pasar merespon positif kebijakan Paket Ekonomi jilid lima yang memberikan insentif pajak bagi korporasi. Sedangkan dari eksternal, sentimen pasar lebih dipicu tren pelemahan dolar atas sejumlah mata uang kawasan terutama emerging market setelah The Fed diperkirakan baru akan menaikkan tingkat bunganya di awal tahun depan. Dari zona euro, sentimen positif muncul dari pernyataan Draghi, Presiden European Central Bank (ECB) yang memberikan sinyal siap meluncurkan program stimulus lanjutan untuk menahan perlambatan ekonomi di kawasan tersebut. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street akhir pekan lalu masing-masing menguat 0,90% dan 1,10% tutup di 17646,70 dan 2075,15. Sedangkan indeks Nasdaq menguat hingga 2,27% di level 5031,86. Selama sepekan terakhir indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 2,5% dan 2,07%. Indeks saham di Wall Street telah menguat selama empat pekan berturut-turut. Melanjutkan perdagangan di awal pekan terakhir Oktober, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan tren penguatannya. Dari sisi eksternal, langkah bank sentral China (PBoC) yang akhir pekan lalu kembali memotong tingkat bunganya sebesar 25 basis poin akan memberikan sentimen positif bagi pasar saham kawasan Asia. Sejak November tahun lalu, PBoC telah memangkas tingkat bunganya sebanyak enam kali untuk menahan laju perlambatan pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Tingkat bunga pinjaman untuk satu tahun saat ini dipatok pada angka 4,35% dan simpanan 1,5%. Sedangkan dari domestik, katalis pasar akan banyak digerakkan oleh sentimen laba kuartal tiga sejumlah emiten. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4630 hingga 4700 dan berpeluang tutup di teritori positif. Berikut ini adalah beberapa saham pilihan yang direkomendasikan antara lain : TLKM 2710-2810 TB, SL 2675 BMRI 9300-9900 Buy, SL 9200 BDMN 3180-3400 Buy, SL 3050 GIAA 325-350 Buy, SL 305 PWON 430-460 Buy, SL 420 ASRI 390-420 Buy, SL 385 WSKT 1720-1800 Buy, SL 1660 CTRA 1140-1250 Buy, SL 1100 KLBF 1440-1500 Buy, SL 1400 ANTM 394-412 TB, SL 387. (Mahbub Junaidi)





























