Kualitas Udara Memburuk, Siswa di Padang Kembali Diliburkan

Padang, Obsessionnews - Proses belajar mengajar siswa di delapan daerah kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) ditiadakan, karena kualitas udara di wilayah itu memburuk akibat kabut asap. Tujuh daerah yang meliburkan siswa terdapat di Kabupaten Dharmasraya, 50 Kota, Sijunjung, Padang Pariaman, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi dan Kota Pariaman serta Kota Padang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syamsurizal, mengatakan kebijakan meliburkan siswa menjadi kewenangan daerah. Siswa di daerah tersebut diliburkan berdasarkan kondisi kabut asap di daerah masing-masing. (Baca juga: Kabut Asap, Kejahatan Kemanusiaan Luar Biasa)
"Laporan yang kita terima, setidaknya ada delapan daerah yang meliburkan siswa terdapat di Kabupaten Dharmasraya, 50 Kota, Padang Pariaman, Sijunjung, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi dan Kota Pariaman serta sebahagian di Kota Padang," kata Syamsurizal saat dihubungi obsessionnews.com, Senin (26/10) sekitar pukul 17:00 WIB. Syamsurizal mengatakan, proses belajar mengajar di daerah tersebut ditiadakan, mulai dari PAUD, TK dan SD. Khusus di Kabupaten Dharmasraya, siswa yang diliburkan sampai tingkat SMA. Kebijakan pemerintah setempat meliburkan siswa di daerah masing-masing tergantung daerah bersangkutan berapa lama, mengingat, kondisi kabut asap berfluktuatif. Sementara Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemko Padang Mursalim mengatakan, Pemerintah Kota Padang kembali meliburkan siswa di Kota Padang akibat kabut asap berada pada level tidak sehat. Kebijakan meliburkan siswa terhitung selama tiga hari mulai hari Selasa (27/10) hingga hari Kamis. Siswa diliburkan mulai tingkat PAUD, TK dan SD. Sedangkan siswa tingkat SMP dan SMA sekolah seperti biasa dengan tetap memakai masker. Sementara itu, setelah sempat konsentrasi PM10 berada pada level 531 mikrogram per meter kubik atau berbahaya sekitar pukul 11:00 WIB, konsentrasi PM10, berdasarkan pantauan Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang, sekitar pukul 17:00 WIB, berada pada level 389 mikrogram per meter kubik atau sangat tidak sehat. (Musthafa Ritonga)
"Laporan yang kita terima, setidaknya ada delapan daerah yang meliburkan siswa terdapat di Kabupaten Dharmasraya, 50 Kota, Padang Pariaman, Sijunjung, Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi dan Kota Pariaman serta sebahagian di Kota Padang," kata Syamsurizal saat dihubungi obsessionnews.com, Senin (26/10) sekitar pukul 17:00 WIB. Syamsurizal mengatakan, proses belajar mengajar di daerah tersebut ditiadakan, mulai dari PAUD, TK dan SD. Khusus di Kabupaten Dharmasraya, siswa yang diliburkan sampai tingkat SMA. Kebijakan pemerintah setempat meliburkan siswa di daerah masing-masing tergantung daerah bersangkutan berapa lama, mengingat, kondisi kabut asap berfluktuatif. Sementara Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemko Padang Mursalim mengatakan, Pemerintah Kota Padang kembali meliburkan siswa di Kota Padang akibat kabut asap berada pada level tidak sehat. Kebijakan meliburkan siswa terhitung selama tiga hari mulai hari Selasa (27/10) hingga hari Kamis. Siswa diliburkan mulai tingkat PAUD, TK dan SD. Sedangkan siswa tingkat SMP dan SMA sekolah seperti biasa dengan tetap memakai masker. Sementara itu, setelah sempat konsentrasi PM10 berada pada level 531 mikrogram per meter kubik atau berbahaya sekitar pukul 11:00 WIB, konsentrasi PM10, berdasarkan pantauan Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang, sekitar pukul 17:00 WIB, berada pada level 389 mikrogram per meter kubik atau sangat tidak sehat. (Musthafa Ritonga)




























