Bambang: Perubahan Pengurus DPP Golkar Cukup dengan Urun Rembug

Jakarta, Obsessionnews - Bendahara Umum Partai Golkar Munas Bali, Bambang Soesatyo menilai wacana musyawarah luar biasa (munaslub) bersama, yang digagas oleh kubu Agung Laksono justru akan memperburuk situasi di internal Partai Golkar. Menurutnya, jika Munaslub tujuannya hanya untuk merombak kepengurusan DPP Golkar yang baru, maka hal itu tidak perlu dilakukan. Perombakan baru kata dia, cukup melalui musyawarah biasa, diskusi ringan antara kedua kubu dengan melibatkan tokoh-tokoh senior Golkar. "Perubahan kepengurusan DPP Golkar cukup dilakukan melalui forum urun rembuk atau musyawarah mufakat, bukan Munaslub karena memang tidak ada urgensinya sama sekali," ujar Bambang saat dihubungi, Minggu (25/10/2015). Bagi dia, ada sesuatu yang lebih penting untuk dilakukan oleh semua komponen Partai Golkar dibanding harus mengadakan Munaslub, yakni mensukseskan Pilkada serentak. Sebab, ada 219 kader Golkar yang diusung menjadi calon kepala daerah di seluruh Indonesia. "Semua elit Golkar di Jakarta harus realistis bahwa rentang waktu persiapan sudah sangat pendek untuk mendapatkan kemenangan maksimal dalam Pilkada serentak," tuturnya. Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, bisa meraih kesuseskan dalam Pilkada, maka konflik Golkar harus segera diakhiri. Ia meminta semua elit Golkar untuk bersatu dan solid mengawal agenda Pilkada, untuk kader-kader yang ada di daerah. Adapun, perombakan struktur pengurus DPP Golkar kata subtansinya tetap sesuai dengan keputusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, dan Mahkamah Agung yang telah sudah memenangkan kubu Aburizal Bakrie. "Dua keputusan hukum itu sudah menutup masa-masa sulit yang dilalui Golkar," jelasnya. (Albar)





























