Kementerian PUPR Sukses Bangun Delapan Proyek Raksasa

Jakarta, Obsessionnews – Sebagian besar rakyat Indonesia menyambut suka cita atas terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dalam Pilpres 2014. Jokowi-JK yang didukung PDI-P, PKB, Nasdem, Hanura, dan PKPI berhasil menaklukkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diusung Gerindra, PAN, Golkar, PKS, dan PPP. Selanjutnya Jokowi-JK dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden di Gedung MPR/DPR pada 20 Oktober 2014. Mereka menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono. Jokowi-JK mendapat amanah memimpin Indonesia selama lima tahun, yakni periode 2014-2019. Rakyat menaruh harapan besar kepada Jokowi-JK agar dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai gebrakan sesuai janji-janjinya dalam skampanye Pilpres 2014, salah satu di antaranya membangun berbagai infrastruktur. Kabinet Kerja pimpinan Jokowi menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas. Infrastruktur tersebut meliputi infrastruktur jalan, jembatan, bendungan, irigasi, dan lain sebagainya. Ketersediaan infrastruktur yang memadai dapat menjadi daya tarik bagi kalangan investor dalam negeri dan investor asing untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor, yang pada akhirnya menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Presiden Jokowi membentuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang merupakan gabungan dari Kementerian PU dan Kementerian PR. Jokowi menunjuk Basuki Hadimuljono sebagai Menteri PUPR. Basuki sebelumnya telah lama bekerja di Kementerian PU dan dikenal sebagai pekerja keras. Basuki mewarisi delapan proyek raksasa yang sempat masuk kategori mangkrak. Dan dalam setahun usia Kabinet Kerja, Basuki berhasil menyelesaikan delapan proyek itu. Adapun delapan proyek tersebut adalah Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Jawa Barat), Jembatan Dr.Ir. Soekarno (Sulawesi Utara), Jembatan Merah Putih (Maluku), Bendungan Jatigede (Jawa Barat, Bendungan Nipah (Jawa Timur), Bendungan Bajulmati (Jawa Timur), penangan Lumpur Sidoarjo (Jawa Timur), Pembangunan Jembatan Tayan (Kalimantan Barat). Delapan proyek strategis tersebut memiliki riwayat pembangunan yang hampir sama. Yakni sempat tersendat-sendat, bahkan bisa dibilang mangkrak, karena berbagai alasan. Namun demikian, jajaran Kementerian PUPR di bawah kendali Basuki pantang menyerah. Demi mengejar progres, Basuki mengeluarkan Instruksi Menteri PUPR No:3/IN/M/2015 tanggal 27 Juli 2015 yang berisi delapan butir perintah. Inti utamanya adalah menginstruksikan jajaran eselon dua dan tiga, bekerja 24 jam sehari. “Mereka kerja dua shift,” katanya. Kerja keras jajaran Kementerian PUPR membuahkan hasil manis. Ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) misalnya, sukses diresmikan Presiden Jokowi pada 13 Juni 2015. Tol sepanjang 116,7 km ini merupakan ruas tol terpanjang di Indonesia. Proyek lain yang juga sukses dirampungkan adalah Jembatan Soekarno di Manado yang diresmikan 28 Mei 2015. Lalu Bendungan Jatigede yang dibangun sejak 50 tahun silam, sukses digenangi per 31 Agustus 2015. Terkait Tol Cipali, dalam catatan Kementerian PUPR, memiliki sejarah pembangunan yang panjang, yakni melewati enam era presiden. Ide pembanguan Tol Cipali telah ada di era kepemimpinan Presiden Soeharto. Hal itu tercatat di data Dinas Bina Marga Kabupaten Subang sejak 1996. Tetapi, sayangnya, proyek tersebut mandek akibat krisis moneter yang terjadi pada 1998. Tak kunjung ada kemajuan di era Presiden Habibie, Abdurrahman Wahid atau disapa Gus Dur dan Megawati, tol yang sebelumnya bernama Cikampek-Palimanan tersebut akhirnya mulai direalisasikan di era kepemimpinan Presiden SBY. “Tol Cipali merupakan bagian dari proyek jalan tol Trans Jawa yang melewati lima kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon. Tol ini memiliki 99 jembatan terhubung dengan Jalan Tol Jakarta – Cikampek dan Jalan Tol Palimanan – Kanci,” kata Basuki. Dengan berbagai kesulitan dalam pembangunannya, mulai dari pembukaan lahan baru di tebing-tebing berbatu, akhirnya tarif tol Cipali disepakati sebesar Rp 96 ribu. "Dengan beroperasinya Jalan Tol Cikopo – Palimanan akan mengurangi jarak tempuh jalur Pantura sepanjang kurang lebih 40 KM dan mengurangi waktu tempuh selama kurang lebih 1,5 jam," kata Basuki. Kerja keras tim Kementerian PUPR mendapat apresiasi dari Presiden Jokowi. "Pada pertengahan Desember lalu saya ke sini, saya minta ini harus selesai sebelum Lebaran, alhamdulillah malah sebelum puasa sudah bisa dioperasikan," kata Jokowi saat peresmian tol Cipali, 13 Juni 2015. Apresiasi dari Presiden Jokowi tersebut tentu semakin memacu semangat kerja Basuki dan timnya. Basuki mengatakan, tahun 2015 Kementerian PUPR juga menjalankan berbagai proyek infrastruktur baru, yakni pembangunan 13 bendungan baru, Program Sejuta Rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, Jalan Tol Trans-Jawa, Jalan Tol Trans-Sumatera, Jalan Perbatasan, Jalan Kawasan di Indonesia Timur, dan Kawasan Perbatasan Papua. Ia juga mengeemukakan, menurut Indeks Daya Saing Infrastruktur atau Global Competitiveness Index (GCI), pembangunan infrastruktur Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2014-2015 peringkat daya saing infrastruktur berada pada posisi 72 dibandingkan tahun sebelumnya, yakni peringkat 82. (red/arh)





























