Kemenlu Berhasil Tangani 87.673 Kasus WNI di Luar Negeri

Kemenlu Berhasil Tangani 87.673 Kasus WNI di Luar Negeri
Jakarta, Obsessionnews - Satu tahun pencapaian Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, terlihat hasil yang signifikan dengan meningkatnya perlindungan dan pelayanan terhadap warga negara Indonesia di luar negeri. “Kita telah membantu menangani 87.673 permasalahan WNI yang berada di luar negeri,” ucap Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi di hadapan peserta Rakornas Perlindungan WNI di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (20/10/2015). Ini sudah sesuai dengan visi misi Presiden RI Jokowi Widodo untuk lima tahun kedepan, tentang empat prioritas kementerian luar negeri. Pertama, menjaga kedaulatan Indonesia. Kedua, meningkatkan perlindungan terhadap warga negara dan badan hukum Indonesia. Ketiga, meningkatkan diplomasi ekonomi. Keempat, peran Indonesia di tingkat internasional. Keberhasilan ini hasil kerjasama antara Kemenlu dengan pemangku kepentingan nasional lainnya untuk mengemban nawacita Jokowi dalam perlindungan warga negara Indonesia. “Masalah perlindungan bagi WNI di Luar Negeri merupakan salah satu dari empat prioritas politik luar negeri Indonesia,” ujar Menlu Retno. Selain itu, sebanyak 74.636 Warga Negara Indonesia (WNI) yang overstayers telah berhasil dideportasi dan direpatriasi dengan fasilitasi biaya pemerintah Indonesia maupun kerja sama dengan pemerintah setempat. Sebanyak 2.471 WNI juga telah berhasil dievakuasi akibat konflik dan bencana alam di Yaman, Nepal, Suriah dan Libya.  Dan Sekitar 253 kasus TPPO yang telah berhasil diselesaikan. Sekitar 246 orang WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri, 41 orang telah berhasil dibebaskan. Sementara, dari 608 kasus Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 58% juga telah berhasil diselesaikan Indonesia. Dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan RI, satu tahun ini Indonesia telah menghidupkan kembali negosiasi yang sempat terhenti pada 2003. Ada dua soal, diplomacy dan addressing issue of Papua. Indonesia dalam satu tahun ini telah melakukan tujuh kali negosiasi untuk batas maritim. Dengan Malaysia dua kali, Filipina, Palau, Vietnam, Thailand, dan Timor Leste. Sementara land border diplomacy empat kali pertemuan dengan Timor Leste. Peran Indonesia kini sangat diakui dikancah internasional sebagai salah satu negara kontributor terbesar dalam peacekeeping operation. Indonesia sudah deploy 2.730 peacekepers. Awal tahun deploy 800 peacekepers, 31 di antaranya polisi wanita. Baru saja, Tiga buah helikopter M-17 milik Indonesia dikirim ke negara Mali. Begitu juga di Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN), Indonesia memiliki suara diantaranya terhadap streamlining sidang-sidang ASEAN, kerja sama maritim, dan memproteksi hak-hak buruh migran di ASEAN. Hal lain, Indonesia juga telah menambah duta besar asing diantaranya, Selandia Baru, India, dan UE. Indonesia juga respon terhadap isu yang melanda migrasi dengan menanggapi gelombang pengungsi Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh pada Mei lalu. (Popi Rahim)