Parmusi Usulkan 10 Muharam Hari Yatim Nasional

Jakarta, Obsessionnews - Persatuan Muslim Indonesia (Parmusi) terus memberikan perhatian pada anak-anak yatim. Melalui peringatan 10 Muharam 1437 H Parmusi kembali memberikan santunan sebanyak 500 anak yatim di Kantor Pusat Parmusi Jl Sagu, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2015). "10 muharam ini Hari besar anak yatim, lebih luar biasa kalau pemerintah menetapkan 10 Muharam ini sebagai hari yatim bukan saja dikalangan santri namun secara nasional sebagai agenda tahunan untuk meningkatkan ibadah sosial. Jadi bagi Parmusi 10 muharam itu hari momentum tahunan untuk meningkatkan ibadah sosial khususnya Parmusi. Bagi Parmusi 10 muharam itu hari tahunan anak yatim," ujar Sekjen Parmusi Abdul Rahman Syagaf pada Obsessionnews.com, usai pembagian santunan pada anak yatim. Menurutnya, umat Islam sebagaimana dianjurkan Allah SWT dan Rasulnya agar senantiasa menyayangi, memberikan kasih sayang yang tulus kepada anak yatim, sebab anak yatim titipan Allah SWT. maka melalui kesempatan ini Parmusi merasa bertanggung jawab memanfaatkan momentum 10 muharam untuk membangun perdaban melalui pembinaan terhadap anak-anak yatim. [caption id="attachment_68577" align="aligncenter" width="640"]
PP Parmusi santuni anak yatim piatu[/caption] "Semua hal menurut kami bisa kita berbagi, karena mereka tidak hanya kehilangan ayah tetapi kasih sayang juga. Bukan hanya pendidikan, biaya hidup tetapi kasih sayang itu yang penting. Sebab tidak mudah untuk sampai ketingkat itu," pungkasnya. Berdasarkan UUD 1945 juga telah disebutkan orang-orang yatim, orang miskin menjadi tanggungjawab negara, namum Parmusi merasa bagian yang terhimpun dalam negara terketuk hatinya untuk memberikan kepedulian pada anak yatim. "Bahkan orang Islam wajib hukumnya membamgun komunikasi serta membantu mereka anak yatim. Kita juga mendukung upaya-upaya dari pendiri baik dari ulama, tokoh, organisasi kemasyarakatan yang memiliki program pendidikan anak yatim, baik di pesantren, pondok pesantren untuk membebaskan biaya-biaya pendidikan mereka. Terutama sekolah-sekolah unggulan yang mahal-mahal itu untuk ditiru dan dikembangkan, karena anak yatim itu punya kelebihan," harapnya.
Syagaf menegaskan, momentum silaturahmi itu tidak hanya dilakukan setahun sekali tapi secara internal Parmusi memiliki program khusus secara sistematis membuat Islamic Center yang masih dalam tahap desain. Tempat itu dibangun untuk menampung anak yatim dengan difokuskan dapat memperoleh pendidikan yang cukup. "Semua itu dilakukan guna mempersiapkan masa depan anak yatim. Kita siapkan dari sekarang. Kita sudah lounching yang InsyaAllah akhir tahun ini mulai dibangun, saat ini tinggal penyelesaian finishing desainnya," tuturnya. Sedangkan anak yatim dari panti asuhan Jagakarsa Amel merasa senang dan bahagi Parmusi mengundang mereka, selain dapat santunan juga dapat bersilatuhrami dengan anak yatim yang lain. "Saya senang sekali, semoga parmusi terus jaya. Ini ada santunanya, saya akan tabung buat keperluan sekolah," kata Amel yang juga siswa SMP 225 Jakarta. (Asma)
PP Parmusi santuni anak yatim piatu[/caption] "Semua hal menurut kami bisa kita berbagi, karena mereka tidak hanya kehilangan ayah tetapi kasih sayang juga. Bukan hanya pendidikan, biaya hidup tetapi kasih sayang itu yang penting. Sebab tidak mudah untuk sampai ketingkat itu," pungkasnya. Berdasarkan UUD 1945 juga telah disebutkan orang-orang yatim, orang miskin menjadi tanggungjawab negara, namum Parmusi merasa bagian yang terhimpun dalam negara terketuk hatinya untuk memberikan kepedulian pada anak yatim. "Bahkan orang Islam wajib hukumnya membamgun komunikasi serta membantu mereka anak yatim. Kita juga mendukung upaya-upaya dari pendiri baik dari ulama, tokoh, organisasi kemasyarakatan yang memiliki program pendidikan anak yatim, baik di pesantren, pondok pesantren untuk membebaskan biaya-biaya pendidikan mereka. Terutama sekolah-sekolah unggulan yang mahal-mahal itu untuk ditiru dan dikembangkan, karena anak yatim itu punya kelebihan," harapnya.
Syagaf menegaskan, momentum silaturahmi itu tidak hanya dilakukan setahun sekali tapi secara internal Parmusi memiliki program khusus secara sistematis membuat Islamic Center yang masih dalam tahap desain. Tempat itu dibangun untuk menampung anak yatim dengan difokuskan dapat memperoleh pendidikan yang cukup. "Semua itu dilakukan guna mempersiapkan masa depan anak yatim. Kita siapkan dari sekarang. Kita sudah lounching yang InsyaAllah akhir tahun ini mulai dibangun, saat ini tinggal penyelesaian finishing desainnya," tuturnya. Sedangkan anak yatim dari panti asuhan Jagakarsa Amel merasa senang dan bahagi Parmusi mengundang mereka, selain dapat santunan juga dapat bersilatuhrami dengan anak yatim yang lain. "Saya senang sekali, semoga parmusi terus jaya. Ini ada santunanya, saya akan tabung buat keperluan sekolah," kata Amel yang juga siswa SMP 225 Jakarta. (Asma) 




























