Kebakaran Parah, RI Minta Bantuan AS, Kanada dan Perancis

Kebakaran Parah, RI Minta Bantuan AS, Kanada dan Perancis
Jakarta, Obsessionnews - Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah bahkan dengan meminta bantuan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, Australia dan Rusia, namun kebakaran yang menimbulkan asap pekat yang saja terjadi. Karena itu, dalam rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta, pemerintah kembali memutuskan kembali meminta bantuan dari negara asing, meliputi Amerika Serikat, Kanada dan Perancis. Bantuan yang diminta pemerintah RI berupa peminjaman armada pesawat. "Jenisnya yang sekarang kita fokus BE 200, pelican, air tractor. Yang bombardier saya kira dari Kanada, karena mereka sangat maju," ujar Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (23/10/2015). Dengan tambahan minimal lima unit pesawat BE200, kata Luhut, akan sangat membantu upaya pemadaman api. Saat ini, dua pesawat bantuan dari pemerintah Rusia masih beroperasi di Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan Singapura, Malaysia, Australia sudah lebih dulu menarik diri. Luhut menambahkan pesawat udara yang dibutuhkan dari negara-negara itu akan dimanfaatkan untuk upaya water bombing. Dia mengungkapkan, saat ini ada sembilan armada pesawat udara yang sudah beroperasi. Pesawat BE-200 ini bisa melakukan water bombing apabila material air dicampur dengan bahan kimia baik jenis AF31 atau pun Miracle Foam. "Kita berharap 10 hari lagi atau lebih cepat dari itu akan mulai operasi. Pesawat BE-200 yang dari Rusia itu sudah mulai beroperasi, itu bisa satu hari sampai 6 sore. Itu prestasi yang bagus dan kita sudah gunakan chemical untuk itu," katanya. (Has)