Rossa: Lucu, Kok Kabut Asap Nggak Bisa Diatasi?

Rossa: Lucu, Kok Kabut Asap Nggak Bisa Diatasi?
Jakarta, Obsessionnews - Kabut asap semakin parah. Bencana nasional yang telah berlangsung 17 tahun ini tak kunjung teratasi. Penyanyi ternama Rossa, yang baru saja dari Singapura menyayangkan sikap pemerintah yang dinilainya lamban. "Lucu! Disini banyak orang pintar, tapi menanggulangi bencana nggak bisa? Inikan bencana nasional?" ujar Rossa seusai konferensi pers terima penghargaan award APM 2015 di Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2015). Rossa menjelaskan, bahwa teman-temannya bercerita kondisi di Malaysia sangat memprihatinkan akibat kabut asap. Namun, menurutnya lebih memprihatinkan lagi Indonesia. Seperti di Pekanbaru, kabut asap membuat udara menjadi buram (penuh dengan polusi udara). "Di Pekanbaru sampai nggak kelihatan," ujar penyanyi yang melejit namanya lewat tembang ‘Nada-nada cinta’ pada 1996. Rossa berkeyakinan, negara tetangga kemungkinan akan mempersalahkan Indonesia akibat kabut asap. "Pasti mereka menyalahkan kita. Kita saja menyalahin kita, apalagi mereka. Kasihan," ungkap Rossa ketika ditanyai apa tanggapan Malaysia tentang Indonesia akibat bencana nasional ini. Sebelumnya, Efek dari kabut asap juga dirasakan penyanyi cantik ini ketika beberapa hari di Singapura belum lama ini. "Sering, tenggorokan kering, batuk, padahal aku beberapa hari di Singapura, dua atau tiga hari, apalagi yang tinggal disana. Sekolah pada diberhentikan (diliburkan)," tegas Rossa asal Sumedang, Jawa Barat. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitternya, Kamis (22/10/2015) mengungkapkan, ISPU 21-10-2015, Riau 596 (berbahaya), Jambi 407(Berbahaya), Sumsel 300 (sangat tdk sehat), Kalbar 784 (berbahaya), Kalteng 1950 (berbahaya). Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara di lingkungan mereka, dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari. ISPU pada kisaran 0-50 menandakan kalau kualitas udara baik, 51-100 kualitas udara sedang, 101-199 kualitas udara tidak sehat, 200-299 kualitas udara sudah masuk tidak sehat, dan 300-500 kualitas udara dinyatakan berbahaya. (Popi Rahim)