Panglima TNI Ajak Santri Ikut Bela Negara

Panglima TNI Ajak Santri Ikut Bela Negara
Jakarta, Obsessionnews - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak para santri ikut membela negara. Menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa untuk membela dan mempertahankan NKRI dari ancaman dari dalam dan luar negeri. "Tugas kaum santri dan untuk ikut bersama menjaga kesatuan dan persatuan NKRI dan mencegah dari perpecahan," ujar Gatot, dalam sambutannya pada peringatan Hari Santri Nasional di Lapangan Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (22/10), yang dihadiri jajaran pengurus PB NU dan ribuan santri. (Baca juga: Panglima TNI Tolak Ajakan Latihan Perang di Laut Cina Selatan) TNI mendatangkan pasukan elit Kopassus pada perayaan Hari Santri Nasional tersebut. Menurut Panglima TNI, pasukan elit Kopassus sengaja dihadirkan pada acara ini sebagai bukti bahwa perjuangan dan kemerdekaan Indonesia bukan dilakukan oleh TNI tapi oleh seluruh komponen bangsa. "TNI adalah anak kandung rakyat, jadi TNI tidak bisa dipisahkan dengan rakyat. Rakyat dan TNI lah yang merebut kemerdekaan," tegas Gatot. Semangat Resolusi Jihad yang dicanangkan KH Hasyim Asyari, lanjut Gatot, diharapkan dapat digelorakan. Bahkan, dengan tegas bahwa Resolusi Jihad tidak pernah dicabut. "Resolusi Jihad tidak pernah dicabut sampai saat ini," tegasnya. Sebelumnya, para santri menggelar acara 'Kirab Hari Santri Nasional'. Acara ini diikuti semua santri dan terpusat di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Acara ini dihadiri pula oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, Ketua PBNU Selamet Effendi Yusuf, Sekjen PBNU Helmi Faizal, serta Ketua Umum PKB Muhamin Iskandar. Selama acara berlangsung, pengamanan dilakukan secara bersama-sama oleh Banser NU, Marinir AL dan Kopasus. Pasukan TNI yang berjaga juga dilengkapi senjata. (rez)