Kualitas Udara Memburuk, Masyarakat Gelar Dzikir Akbar

Kualitas Udara Memburuk, Masyarakat Gelar Dzikir Akbar
Padang, Obsessionnews - Majelis Dzikir Babussalam Indonesia Sumatera Barat (Sumbar) akan menggelar dzikir akbar sebagai upaya agar terhindar dari bahaya kabut asap terhadap kesehatan. Kegiatan itu diadakan, seiring dengan memburuknya kualitas udara di Sumbar sejak dua bulan terakhir. Pimpinan Dzikir Babussalam Indonesia, Sumbar, Boy Lestari Dt Palindih mengatakan, dzikir akbar akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Asap ini merupakan peringatan dari Allah SWT terhadap hambanya. Sebab kemampuan, ilmu, dan kekuatan manusia terbatas dalam menyimbangi kekuatan Allah. Dengan asap ini harusnya menjadi pembelajaran bagi kita untuk mendekatkan diri kepadaNya, karena manusia mempunyai kekuatan yang terbatas,” kata Boy Lestari Dt Palindih, Kamis (22/10). Menurutnya, menyikapi kondisi kualitas udara yang terus memburuk saat  ini, maka harusnya mengembalikannya kepada Allah. Selain melaksanakan ibadah salat  yang wajib lima waktu, juga harus perbanyak berzikir, berdoa dan membaca Alquran. “Rencananya malam ini kita bersama MUI akan bertemu dengan Gubernur. Kita akan membicarakan terkait kegiatan Dzikir Akbar yang rencananya diadakan Jum’at depan (30/10) setelah Salat Ashar di Masjid Raya Sumatera Barat. Temanya 'raihlah kasih sayang Allah SWT dengan berzikir dan berdo’a, agar terhindar dari musibah dan mara bahaya,” sebut Boy Lestari. Boy lestari yang, Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar ini khawatir, apabila tidak segera disikapi dengan berserah diri kepada Allah, akan banyak korban. “Perlu antisipasi dengan memohon ampunan kepada Allah. Sekarang masyarakat sedang bingung, untuk itu perlu segera berserah diri kepadaNya, diantaranya dengan memperbanyak dzikir dan memohon ampunan Nya,” terangnya. Kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumbar sepanjang Kamis (22/10) semakin parah. Berdasarkan pantauan Global Atmosphere Watch (GAW) Koto Tabang, konsentrasi PM10 sekitar pukul 07.00 WIB  kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada tingkat 434 mikrogram per meter kubik atau berada pada level berbahaya. Sejam kemudian, atau tepatnya sekitar pukul 08.00 WIB  konsentrasi PM10 meningkat. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada tingkat 482 mikrogram per meter kubik. Bahkan sekitar pukul 10:00 WIB, kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada tingkat 509 Mikrogram per meter kubik atau berada pada level berbahaya. Kondisi di Kabupaten Dharmasraya malah semakin parah. Konsentrasi PM10 kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada tingkat 1.050 mikrogram per meter kubik. "Kondisi hari ini sama dengan hari kemaren," kata Kepala BPBD Dharmasraya Suwandi saat dihubungi obsessionnews.com, Kamis (22/10) sekitar pukul 14:00 WIB. (Musthafa Ritonga)