Ketua DPW PPP Sultra Ancam Pecat Anggota DPR RI

Kendari, Obsessionnews - Ketua Dewan Pimpipinan Wilayah (DPW) Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Songko mengatakan dengan tegas akan memecat kader yang tidak memiliki konstribusi terhadap partai sendiri, apalagi kader bermain dua kaki. Ia mengancam akan memecat Amirul Tamim selaku kader PPP yang duduk di DPR RI dapil Sultra karena dinilai tidak memiliki loyalitas apalagi membesarkan partai. “Kader-kader seperti Amirul itu, tidak akan membesarkan partai, justru menunggangi partai untuk kepentingan sendiri. Karena itu, berdasarkan ketentuan dan syarat agar seseorang dipecat dari PPP itu sudah ada pada seorang Amirul Tamim,” ungkap La Ode Songko kepada Obsessionnews.com, Rabu (21/10/2015). Menurutnya, PPP akan berbenah diri termasuk di daerah, sebab Mahkamah Agung (MA) sudah memutuskan pengurus PPP yang sah adalah Djan Faridz. Menyambut momentum tersebut, La Ode Songko akan melakukan konsolidasi dengan segera mengumpulkan para kader dan legislator sebagai strategi awal mensolitkan PPP kembali. Diputuskannya Djan Faridz sebagai ketua umum PPP yang sah oleh Mahkamah Agung, maka ini signal menguatkan posisi La Ode Songko di tubuh PPP. La Ode Songko kini memiliki legitimasi untuk mengenadalikan PPP Sulawesi Tenggara (Sultra).
Lebih lanjut La Ode mengatakan dengan tegas mengenai kader yang melakukan pelanggaran maka tidak bisa ditolerir. “Banyak hal yang membuat Amirul harus diusulkan dipecat, diantaranya tidak memiliki integritas yang baik,” pungkasnya. Lebih lanjut La Ode Songko juga menyesalkan Amirul Tamim yang tidak memiliki kontribusi saat pemilihan calon legistaltif tahun lalu (2014). “Kemarin pada saat pilcaleg seribu rupiah pun tidak mau menyumbang untuk bayar saksi. Giliran jadi anggota DPR RI sekonyong-konyong dia yang paling banyak berkoban untuk partai ini. Amirul inikan menurut saya tipikal yang ekstrajos. Ekstrajos itu maksudnya mau enak tapi tidak mau anak,” kesalnya. Terkait usulan pemecatan akan segera diajukan, tentunya kata Laode sesuai dengan ketentun yang ada. Pemecatan dilakukan oleh Dewan pimpinan Pusat (DPP) PPP, berdasarkan usulan DPW PPP Sultra. La Ode Songko juga optimis usulan pemecatan (Amirul) akan langsung ditandatangani Ketua Umum PPP Djan Faridz. Perseteruan antara Romahrmuziy ketua umum Muktamar Surabaya dan Djan Faridz ketua umum Muktamar Jakarta setelah pilpres 2014 lalu itu berujung pada pecahnya pimpinan Pimpinan Wilayah di Sultra. Pasalnya Rasyid Syawal sebagai ketua PPP Sultra versi Romahurmuziy sedangkan La Ode Songko sebagi Ketua PPP Sultra versi Djan Faridz. (Asma)
Lebih lanjut La Ode mengatakan dengan tegas mengenai kader yang melakukan pelanggaran maka tidak bisa ditolerir. “Banyak hal yang membuat Amirul harus diusulkan dipecat, diantaranya tidak memiliki integritas yang baik,” pungkasnya. Lebih lanjut La Ode Songko juga menyesalkan Amirul Tamim yang tidak memiliki kontribusi saat pemilihan calon legistaltif tahun lalu (2014). “Kemarin pada saat pilcaleg seribu rupiah pun tidak mau menyumbang untuk bayar saksi. Giliran jadi anggota DPR RI sekonyong-konyong dia yang paling banyak berkoban untuk partai ini. Amirul inikan menurut saya tipikal yang ekstrajos. Ekstrajos itu maksudnya mau enak tapi tidak mau anak,” kesalnya. Terkait usulan pemecatan akan segera diajukan, tentunya kata Laode sesuai dengan ketentun yang ada. Pemecatan dilakukan oleh Dewan pimpinan Pusat (DPP) PPP, berdasarkan usulan DPW PPP Sultra. La Ode Songko juga optimis usulan pemecatan (Amirul) akan langsung ditandatangani Ketua Umum PPP Djan Faridz. Perseteruan antara Romahrmuziy ketua umum Muktamar Surabaya dan Djan Faridz ketua umum Muktamar Jakarta setelah pilpres 2014 lalu itu berujung pada pecahnya pimpinan Pimpinan Wilayah di Sultra. Pasalnya Rasyid Syawal sebagai ketua PPP Sultra versi Romahurmuziy sedangkan La Ode Songko sebagi Ketua PPP Sultra versi Djan Faridz. (Asma)




























