Diberi Transport Sedikit, Peserta Diklat Ngamuk

Subang, Obsessionnews - Puluhan peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) mengamuk memprotes panitia yang memberikan dana transport yang tidak proporsional. Peserta Diklat salah satu instansi Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengeluhkan uang transport yang diterimanya hanya 200 ribu rupiah. "Masa anggarannya sampai miliaran rupiah, cuma dikasih ongkos pulang cuma 200 ribu (rupiah)? Kan banyak dari peserta ini berasal dari daerah yang jaraknya jauh. Sudah begitu, panitia ngakunya anggaran kegiatan cuma 500 juta (rupiah)," ujar salah seorang peserta bernama Arif, Kamis (22/10/2015). Kekecewaan peserta makin bertambah karena sampai acara berakhir tidak ada respon dari panitia. Mereka hanya bertemu dengan salah seorang Kepala Bidang. Peserta alhirnya menumpahkan protes kepada yang bersangkutan. Kemudian lantas menggeledah ruangan panitia pelaksana dan mobil yang dikendarai Kabid. Dalam penggeledahan, peserta menemukan dokumen anggaran kegiatan yang ternyata mencapai 1,95 miliar rupiah. "Di kendaraan kabid, kami menemukan ada pagu anggaran sebesar 1,95 miliar (rupiah). Sedangkan pengakuan panitia, anggaran kegiatan hanya 500 juta (rupiah) saja. Ini kebohongan publik. Kami akan kaji anggaran kegiatan ini," papar Arif. Pihaknya, kata dia, meminta Kabid supaya memberikan biaya transport yang proporsional. Bagi yang dekat 500.000 rupiah sedankan yang jauh 800 riubu rupiah tiap orang. Namun, tuntutan itu tidak direspon. "Kami hanya minta hak sesuai pagu anggaran, dan mendesak panitia agar transparan mengeluarkan Rencana Anggaran Biaya seluruh kegiatan berikut SPJ-nya," tegasnya. Kegiatan pelatihan berlangsung sejak 18 Oktober 2015 dengan jumlah peserta sebanyak 626 peserta. Penyelenggaraan akan dilaksanakan dalam 2 gelombang. (Teddy)





























