Beli Sukhoi Lewat 'Calo' Bisa Rugi 15-20 Persen

Beli Sukhoi Lewat 'Calo' Bisa Rugi 15-20 Persen
Jakarta, Obsessionnews - Pada tahun 2016, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI mau melakukan pengadaan pesawat tempur Sukhoi. Pengadaan ini sudah ditegaskan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu yang menyatakan akan melakukan pembelian pesawat Sukhoi jenis terbaru SU-35. Menurut Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi, bila melihat daftar usulan kegiatan pengadaan alutsista (alat utama sistem pertahanan) Kemhan/TNI melalui pinjaman dalam negeri untuk tahun 2015 - 2019, ada benarnya juga, Yakni, Kemhan mau membeli sebanyak 12 pesawat Sukhoi dengan alokasi anggaran sebesar USD.840 juta. Dimana setiap tahun APBN, mulai dari tahun 2016 - 2019 mengalokasi anggaran untuk pembelian Sukhoi sebesar USD.200 juta pertahun untuk pengadaan 3 pesawat Sukhoi. “Dari gambaran di atas, Kami dari CBA meminta kepada Komisi I DPR RI yang saat ini sedang membahas anggaran Sukhoi, jangan hanya memberikan stempel menyetujui anggaran untuk pembelian Sukhoi sebesar USD.840 juta,” tegas Uchok Sky Khadafi dalam rilisnya kepada Obsessionnews, Kamis (22/10/2015) pagi. Tetapi yang lebih penting, menurut Uchok, adalah DPR harus mendorong kementerian pertahanan untuk pengadaan sukhoi ini jangan melalui pihak ketiga atau melalui broker (calo) seperti yang pernah dilakukan oleh PT Trimarga Rekatama. “Kalau terus menerus pengadaan sukhoi dilakukan oleh PT. Trimegah Rekatama, maka alokasi untuk pembelian sukhoi setiap tahun sebesar USD.200 juta, maka akan ada potensi kehilangan uang negara sebesar 15 - 20 persen sebagai imbalan dalam dugaan bentuk fee,” tandasnya.   Untuk itu, lanjut Uchok, DPR harus mendorong Kementerian Pertahanan untuk pengadaan Sukhoi ini dalam skema perjanjian antara negara atau G to G. “Pasalnya, proyek pengadaan sukhoi ini nilai besar sekali, dan kalau tetap melalui broker, maka tidak ada penghematan dalam pembelian sukhoi,” ungkap dia. “Malahan yang ada, adalah dugaan mark up anggaran. Dimana, harga satu sukhoi dlm alokasi anggaran sebesar USD.70 juta, maka bisa bisa kemhan membeli dari broker sampai sebesar USD.98 juta,” bebernya. Yang terakhir, tutur Uchok, adalah untuk Panglima TNI, dan TNI AU, diminta juga untuk mendukung pembelian Sukhoi harus melalui perjanjian antara negara, bukan melalui broker.karena perwakilan sukhoi ada juga di Indonesia, yakni JSC Rosoboronexport Rusia. “Jadi, tidak usah lagi melalui perusahaan broker seperti Trimarga Rekatama. Dan ini artinya, kalau masih ada prajurit TNI yang mendukung pembelian sukhoi melalui broker, ini artinya penghianat Sapta Marga,” papar Direktur CBA. (Ars)