Akibat Asap, Bandara Samarinda Sudah Seminggu Tutup

Akibat Asap, Bandara Samarinda Sudah Seminggu Tutup
Samarinda, Obsessionnews -Aktivitas Bandara Temindung Samarinda, Kalimantan Timur, sepekan ini lumpuh akibat kabut asap pekat. Meski operasional bandara tidak ditutup, tetap saja tidak ada penerbangan dari dan ke Samarinda. Kabut asap pekat parah memang sudah berlangsung sejak 15 Oktober 2015 lalu. Kepekatan kabut asap berdasarkan alat ukur Particulate Matter (PM) 10 milik BMKG yang berada di Bandara Temindung, setiap harinya berada di level tidak sehat untuk kesehatan manusia. "Bandara tidak ditutup, tidak kita close. Hanya saja memang jarak pandang terus menurun hingga 400 meter. Tidak ada penerbangan dari maskapai," kata Kepala Bandara Temindung Samarinda Agus Pramuka, Kamis (22/10).  (baca juga: BNPB: Kabut Asap di Kaltim, Kalsel, Pekanbaru dan Riau Makin Berbahaya) Operasional bandara, lanjut Agus, terus berkoordinasi dengan BMKG Stasiun Temindung, yang rutin memberikan data pergerakan arah angin, kepekatan asap dan jarak pandang. Imbas kabut asap, operasional bandara mengandalkan instrumen visual secara manual. "Beda dengan bandara di Balikpapan (Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman) menggunakan Instrument Landing System jadi masih ada penerbangan di Balikpapan," ujar Agus. "Yang jelas, pilot maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke Samarinda, membatalkan penerbangan dengan alasan utama untuk keselamatan penerbangan," tambahnya. Sementara, Kepala Seksi Teknik Keamanan Pelayanan Darurat Bandara Temindung Roesmanto menambahkan, tiada penerbangan di Bandara Temindung, bandara-bandara tujuan penerbangan perintis di Kabupaten dan Kota lain di Kaltim dan Kalimantan Utara pun berselimut kabut asap. "Misalnya saja di Berau, Nunukan, Tanjung Selor, Tarakan. Karena cuaca buruk akibat kabut asap ini, kita sudah beri pengertian kepada penumpang. Penumpang sebagian besar memilih jalan darat," ujar Roesmanto. Data diperoleh obsessionnews.com dari BMKG, partikulat PM 10 hari ini menunjukkan level berbahaya terjadi di jam 8 dan jam 9 pagi tadi mencapai 178 mikrogram per meter kubik. Berbagai sudut kota Samarinda, dikepung kabut asap. Hingga pukul 14.15 WITA pun tidak ada aktivitas penerbangan dari dan menuju Samarinda. (Husni Fahmi)