Lapas Overload, Kemenkumham Ajukan Tambahan

Semarang, Obsessionnews - Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Kota Semarang kian hari makin memprihatinkan. Pasalnya, jumlah tahanan sudah melebihi kapasitas yang ada. Contohnya Lapas Kedungpane. Warga Binaan Lapas (WBL) itu sudah mencapai dua kali lipat, daru yang semestinya 600 WBL, kini terisi oleh lebih dari 1200 WBL (overload). Guna menanggulangi kekurangan tempat, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Jawa Tengah, mengusulkan pembangunan rumah tahanan (rutan) baru. "Biasanya kota-kota besar ada lapas dan juga rutan seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja ada semua. Cuma Kota Semarang saja yang belum punya dan ini sudah kita usulkan ke Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkum dan HAM, A Yusparudin, Rabu (21/10/2015). Ia tidak menampik bila di kota besar seperti Jakarta kondisinya lebih memprihatinkan. Dimana satu buah Lapas bisa berisi 4 hingga 5 kali lipat dari jumlah standar. Namun pembangunan rutan tersebut dimaksudkan agar situasi pembinaan narapidana dapat terjamin dengan baik. Usulan pembangunan Lapas dan rutan baru di Kota Semarang diperkirakan menyedot dana sebesar Rp 70 miliar. Jika usulan disetujui, maka Lapas dan rutan akan dibangun dalam beberapa tahap. Ia menambahkan pembangunan Lapas dan rutan itu wajib diimbangi dengan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk kepegawaian dan penjagaan. Namun, kemampuan pemerintah saat ini, untuk mengangkat pegawai dirasakan masih sangat kurang padahal beban LP juga bertambah seiring dengan meningkatnya kasus yang terjadi. "Tahun ini saja tidak ada penerimaan pegawai. Ya kita harus mengoptimalisasi sumber daya yang ada," tandasnya. (Yusuf IH).





























