Dewi Yasin Limpo Penuhi Deretan Perempuan Korup di Indonesia

Jakarta, Obsessionnews - Setelah Anggota DPR RI dari Partai Nasdem Patrice Rio Capella, muncul nama Dewi Yasin Limpo (DYL) tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Anggota DPR RI dari Partai Hanura ini ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan atas dugaan suap terkait suatu proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik. Tertangkapnya srikandi dari Makassar itu tidak membuat kaget Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Laode Ida. Pasalnya, aroma transaksionalnya sudah tercium dari beberapa pihak tertentu bahkan dari sikapnya. Salain itu, masih teringat juga soal sengketa perolehan suara dari dapil Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Pemilu 2009 sebelumnya melibatkan DYL. Saat itu, jelasnya, DYL pernah diperiksa Bareskrim Mabes Polri karena ada temuan manipulasi putusan Mahkama Konstitusi (MK), yang ditengarai ada kerjasama antara oknum anggota KPU, oknum di internal MK dan DYL. Menurut Laode, sepertinya DYL juga berbakat untuk menghalalkan segala cara. Laode yang sering mengkritisi soal korupsi juga ini menyayangkan sikap DYL sebagai kader politisi perempuan yang menamba kuantitas koruptor. Pasalnya kata Laode jika dilihat dari latar belakang DYL dari keluarga terpandang yang bergelimang harta. Sebagian saudara kandungnya pun pernah dan sedang menjabat kepala daerah, termasuk Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulsel). “Jika yang bersangkutan waras dalam agama, maka sebenarnya fokus untuk mengabdi pada rakyat dan atau untuk perbaikan pengelolaan negara. Namun begitulah, ia ternyata juga masih demikian rakus dengan materi,” ungkap Laode kepadaObsessiionnews.com, Rabu, (21/10/2015). Mantan Aktivis ini juga menyesalkan tertangkapnya DYL karena sebagai salah satu putri yang menjunjung tinggi budaya rasa malu atau budaya siri. Mestinya kata Laode, DYL memahami itu bukan menghilangkannya (rasa malu). Selain itu kata Laode, DYL menambah deretan perempuan korup 2015 ini. Laode pun berharap DYL segera bertaubat, sebab katanya fashion DYL yang bernuansa religius dapat mencedrai citra busana Muslimah Indonesia. Karena boleh jadi hanya akan dianggap ‘fashion biasa yang mengelabui’, karena sikapnya jauh dari busana yang dikenakan. “Semoga yang bersangkutan bisa taubat nasuha saat di penjara nanti,” ucap dosen UNJ ini. (Asma)





























