Indra Bekti: Bela Negara Harus Sesuai Profesi

Indra Bekti: Bela Negara Harus Sesuai Profesi
Jakarta, Obsessionnews – Dalam menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap cinta tanah air, pemerintah akan memberlakukan kepada warganya mulai 22 Oktober untuk mengikuti program ‘bela negara. Selebriti Indra Bekti berharap, pemberlakuan program bela negara terhadap para seniman harus sesuai dengan profesinya masing-masing. “Menurutku, jangan disama-ratakan, masak harus angkat senjata. Ini masih pro kotra. Menurutku, harus dilihat konteksnya ya?” ujar Indra Bekti yang terkenal membawakan program ‘tralala trilili’, Senin (19/10/2015) di Polda Metro Jaya. Indra yang selalu memantau perkembangan mengenai program bela negara ini juga telah mendengar informasi bahwa program bela negara tidak mesti melakukan kegiatan, seperti gencatan senjata. “Dengarnya nggak seperti itu (wajib militer), jadi disesuaikan dengan profesinya masing-masing, tidak disamaratakan,” jelas pria kelahiran Jakarta 1977 ini. Sepengetahuan Indra Bekti, program bela negara yang dicanangkan pemerintah ini lebih condong kepada revolusi mental yang selalu digaungkan oleh Presiden RI Joko Widodo. “Lebih kepada revolusi mentalnya, gimana mental kita-kita ini agar mempunyai rasa nasionalisme, mengetahui pancasila seperti apa, lebih diberikan edukasi wawasan tentang kenegaraan,” ungkapnya. Namun bagi yang warga yang ingin mengikuti kegiatan kemiliteran, kata pemilik nama lengkap Bekti Indra Tomo, itu sah-sah saja. “Walaupun nanti ada nanti ormas-ormas kearah sana yang butuh, saya denger itu boleh,” tuturnya. Ia juga menyadari, sebagai seorang seniman, bahwa bela negara ala Indonesia ini dimaksudkan untuk melakukan kegiatan sosial terjun ke masyarakat. “Ternyata bela negara yang aku lihat disini, seperti artis menjalankan kegiatan sosialnya, membantu masyarakat yang tidak mampu,” terangnya. (Popi Rahim)