Pelonggaran Label Dikritik Gobel

Jakarta, Obsessionnews - Langkah Menteri Perdagangan Thomas Lembong yang melonggarkan ketentuan wajib label berbahasa Indonesia dikritik pendahulunya, Rachmat Gobel. Dia bilang, ini justru bakal membuat pasar domestik terus diserbu barang impor hingga memukul industri nasional. Menurut Gobel saat ditemui di sela Rapat Kerja Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang perdagangan dan hubungan luar negeri, dihapusnya kebijakan labelisasi perlu dievaluasi dan jangan sampai memudahkan importir. Hal ini pun, perlu dibahas lebih lanjut dengan asosiasi terkait. Pada 29 September lalu, Lembong mengumumkan beberapa paket deregulasi. Salah satu poin adalah melonggarkan ketentuan wajib label berbahasa Indonesia bagi barang impor dan mulai diberlakukan pada 1 Oktober 2015. Terkait hal itu, Gobel mengkhawatirkan industri di dalam negeri malah terhenti lantaran semua jadi importir. Makanya kata dia, pemerintah kudu mampu menjaga pasar domestik agar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. (Mahbub Junaidi)





























