Utang AS Karena Defisit Fiskal Lebih 18,1 Triliun Dolar

Jakarta, Obsessionnews - Tahun ini, merupakan tahun defisit anggaran yang terrendah bagi Amerika Serikat (AS) untuk tahun fiskal 2015. Laporan Departemen Keuangan dan Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih menyebutkan, meski belanja pemerintah meningkat pada tahun lalu, namun penerimaan pajak masih lebih rendah ketimbang dana yang dikeluarkan. Defisit fiskal AS pada tahun 2015 ini, tercatat sebesar 439 miliar dolar AS atau 2,5% dari produk domestik bruto (PDB). Defisit ini, merupakan yang paling rendah sejak tahun 2007 lalu sebanyak 161 miliar dolar AS. Sementara itu, untuk tahun 2015 ini defisit fiskal AS mencapai 44 miliar dolar AS atau minus 9% ketimbang realisasi defisit tahun lalu. Sedangkan penerimaan negara mencapai 2,25 triliun atau naik 8% dari pencapaian tahun lalu. Tahun ini pula, setoran pajak penghasilan di negeri Paman Sam naik hampir 11%, disusul pajak perusahaan 7% serta pajak gaji 6%. Sementara itu, di sisi pengeluaran pemerintah AS meloloskan dana sebanyak 3,69 triliun AS atau naik 5% dari porsi belanja tahun lalu. Sedangkan dana tersebut, paling banyak dibelanjakan di sektor kesehatan serta pendidikan. Kantor Anggaran Kongres sudah memperingati pemerintah terkait resiko pembengkakan defisit yang diprediksi bakal terjadi pada tahun 2018 nanti. Dengan adanya beberapa perubahan kebijakan, hutang negara pun diperkirakan naik cukup tajam pada 2025 nanti. Memang, alokasi belanja pemerintah AS banyak dikucurkan di bidang pertahanan, keamanan, transportasi, pertanian, serta pembayaran bunga atas hutang negara. Asal tahu saja, hutang AS yang merupakan akumulasi defisit sudah lebih dari 18,1 triliun atau sekitar 74% dari total PDB.(Mahbub Junaidi)





























