Jokowi Harus Ajak Investor AS Masuk Indonesia

Jakarta, Obsessionnews - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat dalam waktu dekat harus dijadikan sebagai momentum untuk mengajak para investor asal negeri paman sam itu masuk ke Indonesia. Kunjungan Jokowi ke AS merupakan kelanjutan dari lawatan Obama ke Indonesia pada November 2010 silam. Pengusaha AS jangan sampai kehilangan kesempatan dengan pengusaha asal negara Tiongkok yang sudah mendominasi pasar investasi di Indonesia. Maka Jokowi disarankan meminta komitmen AS untuk membuka peluang investasi di tanah air. "Karena jangan sampai AS kehilangan kesempatan dengan China. China sudah banyak sekali melakukan investasi di Indonesia," ujar Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana saat dihubungi, Sabtu (17/10/2015). Menurut Hikmahanto banyak hal yang dapat disampaikan Presiden Jokowi saat melakukan lawatan ke AS. Selain harus mengajak investor AS Jokowi juga minta pemahaman dari pemerintah AS dalam hal perpanjangan kontrak PT Freeport. "Kita minta supaya itu harus diputuskan pemerintah Indonesia dan sesuai aspirasi rakat Indonesia jadi tidak ada intervensi dari pemerintah AS terkait masalah ini," katanya. Presiden Jokowi akan mengunjungi Amerika Serikat pada 25-28 Oktober. Ini adalah kunjungan pertama Jokowi ke AS sejak menjadi presiden RI. Ia dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih, Washington DC, pada 26 Oktober 2015. “Presiden Widodo dan Presiden Obama akan berdikusi tentang tantangan global, termasuk bagaimana mengampanyekan toleransi beragama, Islam moderat, untuk memerangi radikalisme, dan kekerasan yang ekstrim,” tulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Amerika di Washington DC dalam rilisnya. Selain itu, Jokowi dan Obama akan membicarakan perihal bagaimana investor AS bisa menanamkan modal di Indonesia. Keduanya juga akan membahas kerja sama dalam bidang pertahanan, maritim dan, energi. Pada hari yang sama, Jokowi juga dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan-pertemuan dengan segenap anggota pemerintahan AS, Kongres AS, dan pimpinan bisnis di AS. Sederet pertemuan ini berlanjut hingga 27 Oktober di kota yang sama. Keesokan harinya, pada 28 Oktober, yaitu hari terakhir kunjungan di AS, Jokowi akan menuju San Francisco untuk mengadakan pertemuan dengan para pemimpin komunitas bisnis dan universitas di sana. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika sudah terjalin sejak Desember 1949 yakni pada saat Presiden Soekarno mengunjungi Amerika pada 16-18 Mei 1956. Dua dekade kemudian, Presiden Amerika saat itu, Richard M Nixon melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada 27-28 Juli 1969. (Has)





























