Jokowi Pantau Tangkapan Impor Tekstil Ilegal

Jakarta, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo tiba-tiba mendatangi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta Timur. Presiden bermaksud untuk melihat langsung hasil tangkapan empat kontainer berisi bahan kain atau tekstil yang diimpor secara illegal. Presiden mengaku senang karena tindakan hukum atas barang impor illegal itu sesuai dengan perintah dari dirinya agar jajaran pemerintah membongkar oknum-oknum nakal yang dengan sengaja memasukkan barang ilegal ke Indonesia. “Impor tekstil ilegal senilai USD1,28 juta atau setara Rp 14 miliar. Negara dirugikan karena tidak bayar bea masuk Rp 2,3 miliar,” ujar Jokowi di kantor Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Jumat (16/10/2015). Menurut Presiden, impor ilegal seperti itu yang merusak industri nasional, yang kemudian juga menyebabkan industri kita tidak bisa bersaing. Ia menyebutkan, keuntungan yang diterima industri dalam negeri akibat impor ilegal itu menjadi turun 30 persen. Untuk itu, Presiden Jokowi mengapresiasi kinerja Ditjen Bea Cukai dalam memberantas peredaran tekstl illegal itu, dan meminta agar Kapolri Badrodin Haiti dan Jaksa Agung HM. Prasetyo mendukung jajaran Bea Cukai dalam memberantasan peredaran tekstil illegal. “Saya telah perintahkan kepada Kapolri dan Jaksa Agung untuk back up penuh Bea Cukai,” kata Presiden. Dalam pantauan itu, Jokowi didampingi Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, dan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Sutrisno. (Has)





























