Sebelum Sejuta, Pemerintah Mau Bangun Dua Juta Rumah Tiap Tahun

Jakarta, Obsessionnews - Sebelum mencanangkan program satu juta rumah untuk masyarakat Indonesia, pemerintah sempat menginginkan dilakukan pembangunan dua juta unit tiap tahun. Namun suplay, tidak bisa langsung dipenuhi sebanyak itu. "Memang sempat ditanya sama Pak Jusuf Kalla, apakah sanggup dua juta ?" tutur Suryanti Agustinar, Senior Vice President Non Subsidized & Consumer Lending Division Bank Tabungan Negara (BTN) kepada obsessionnews.com di Jakarta, Kamis (15/10). Suryanti menggambarkan, pengalaman sejak tahun 1974 memulai pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR), tidak pernah mencapai dua juta unit suplay-nya. Kalaupun mampu, penyediaan rumah tidak bisa langsung sebanyak itu. "Pasti ada kendala mulai dari kesiapan lahan, perizinan, semua ada proses. Jadi suplay tidak bisa langsung sebanyak itu," jelas dia. Atas masukan BTN, kata Suryanti, program pembangunan rumah rakyat pun diturunkan menjadi satu juta unit tiap tahun. Makanya dia bilang, dalam mengejar target itu diperlukan kerja keras, sinergi dan berintegrasi mulai dari kementerian terkait, pemerintah pusat, pemerintah daerah serta perbankan. "Kalau suplay ada kita serap semua. Tapi yang penting adalah, back lock rumah adalah setengah juta. Mungkin naik jadi 800 ribu pertahun," sebut Suryanti. Menurut Suryanti, untuk mensukseskan program satu juta rumah ini, harus ada terobosan dari pemerintah daerah dan pusat. Bahkan, untuk mencapainya tidak bisa dengan kerja yang biasa saja. Dari sisi pembiayaan, BTN siap mengerjakan. Tapi yang penting kata Suryanti, suplay rumahnya. (Mahbub Junaidi)





























