DP 1 Persen Tidak Harus Rumah Tapak

Jakarta, Obsessionnews - Kebanyakan masyarakat Indonesia, masih berpikir untuk punya rumah harus juga punya halaman. Sementara, ketersediaan lahan terutama di kota-kota besar makin terbatas. Suryanti Agustinar, Senior Vice President Non Subsidized & Consumer Lending Division Bank Tabungan Negara (BTN) kepada obsessionnews.com di Jakarta, Kamis (15/10) mengatakan, jika tinggal di rusunawa atau rusunami, lokasi pasti berada di daerah strategis. Sementara untuk kepemilikan rumah tapak, pasti berjarak jauh dari tempat kerja. "Kalau tinggal di Bojong Gede misalnya, bisa tiga jam ke tempat kerja. Kalau di apartemen 10 menit," sebut dia. "Tinggal dipilih saja kelebihannya yang mana. Itu pasti tinggal memilih. Tiga jam dengan biaya dan waktu yang banyak, dan itu yang kita kasih perhitungannya," lanjutnya. Soal rendahnya kemampuan finansial konsumen, Suryanti memastikan kalau dalam program satu juta rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi pada April 2015 lalu, subsidi diberikan dengan pembayaran uang muka sebesar 1% dari total harga tiap unit rumah. Dan sekarang yang terpenting adalah ketersediaan rumah serta niat memilikinya. "Makanya kita bikin kebijakan uang muka 1 persen. Karena ga semua orang punya uang tunai yang langsung besar," tutupnya. (Mahbub Junaidi)





























