Disayangkan, Terowong Akses Kota Tua Seperti Mina

Jakarta, Obsessionnews – Terowongan yang terletak dikawasan museum Fatahillah, Kota, Jakarta, tepatnya diantara stasiun kereta api kota, halte busway Kota dan museum Bank Mandiri berubah menjadi seperti terowongan Mina, Mekkah. Suasana tersebut terlihat jelas dihari Sabtu dan Minggu. Arena untuk wisatawan kota tua ini disulap menjadi pasar yang menjajakan aneka kebutuhan. Namun, tempat yang penuh sesak ini ini juga menganggu pejalan kaki yang mondar-mandir yang melintasi area untuk transit ketempat tergantung tujuan masing-masing. “Tempat penyeberangan ini penuh sesak seperti terowongan Mina, Mekkah, tapi berbeda. pejalan kaki susah sekali berjalan, ketika suasana ramai akibat banyaknya pedagang yang berjualan,” ungkap sumber berinisial AJ kepada Obsessionnews belum lama ini.
Sumber sangat menyayangkan, terowongan ini begitu kumuh, aroma tak sedap menghampiri, terutama pada Sabtu dan Minggu. Tak hanya itu, sumber yang kini menyenangi suasana sekitar kota Fatahillah yang telah tertata dengan baik dan rapi, ia berharap para turis mancanegara betah diarea itu. Tapi, jika dibiarkan teowongan tersebut kondisi ini, yang merupakan salah satu akses lain menuju lingkungan museum Fatahillah terlihat berantakan, tentu memperjelek citra Indonesia. “Tahun 2014 lalu tidak ada yang berjualan disekitar area terowongan ini, kabarnya beberapa oknum pemerintah memperbolehkan berjualan diarea itu,” ujarnya. (Popi Rahim)
Sumber sangat menyayangkan, terowongan ini begitu kumuh, aroma tak sedap menghampiri, terutama pada Sabtu dan Minggu. Tak hanya itu, sumber yang kini menyenangi suasana sekitar kota Fatahillah yang telah tertata dengan baik dan rapi, ia berharap para turis mancanegara betah diarea itu. Tapi, jika dibiarkan teowongan tersebut kondisi ini, yang merupakan salah satu akses lain menuju lingkungan museum Fatahillah terlihat berantakan, tentu memperjelek citra Indonesia. “Tahun 2014 lalu tidak ada yang berjualan disekitar area terowongan ini, kabarnya beberapa oknum pemerintah memperbolehkan berjualan diarea itu,” ujarnya. (Popi Rahim) 




























