KPU Dibakar, DPR Minta Personil Polisi Ditambah

Jakarta, Obsessionnews - Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (12/10), Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Edy meminta pengamanan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) serentak diperketat, dengan menambah personil kepolisian. Hal itu menyusul adanya pembakaran kantor KPU Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), dimana daerah itu satu dari tiga daerah yang memiliki calon tunggal. "Kita selalu katakan aparat diperbanyak. Baik di provinsi maupun kabupaten/kota," kata Lukman Edy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Menurutnya, pihak Polri tidak boleh beralasan kekurangan anggaran untuk menambah personilnya untuk amankan Pilkada serentak 2015. Sebab, di setiap daerah sudah dipersiapkan anggaran dari APBD maupun dana hilbah untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2015. "Seperti di Sumatera Utara (Sumut). Aceh itu yang tidak laksanakan Pilkada, aparat keamanannya disalurkan ke Sumut. Itu boleh seperti itu," ujarnya. Politisi Partai Kebangkitan Bangs (PKB) ini mengungkapkan, pihaknya juga sudah membuat tim khusus untuk lakukan pemantauan pelaksanaan Pilkada serentak 2015 yang dibagi atas 5 wilayah, yakni Sumatera, Jawa, Sulawesi, NTT dan Papua. "Kita sudah sepakat ada tim khusus dari DPR, KPU/KPUD, Bawaslu/Panwaslu dan DKPP. Karena banyak kasus di daerah yang tidak ada tindaklanjutinya. Ini harus di eksekusi," ungkapnya. Sebelumnya, kebakaran menghanguskan kantor KPU Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT, pada Minggu (11/10/2015). Dokumen penting terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2015 ludes terbakar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 WITA. Belum diketahui penyebabnya. Namun, kerugian ditaksir mencapai raturan juta rupiah. Penyebab kebakaran belum diketahui sampai saat ini. (Albar)





























