Dolar Naik, Pengusaha Batik Turun Omset

Dolar Naik, Pengusaha Batik Turun Omset
Bandung, obsessionnews - Dalam dua bulan terakhir pemasaran batik alami penurunan sekitar 20 persen. Hal ini dirasakan owner batik komar Komarudin Kudiya, Minggu (11/10). Akibat dollar yang nilainya melonjak belum mengalami penurunan signifikan serta pertukaran uang yang berkurang terutama menengah ke atas. "Kalau tingkat menengah ke bawah hanya sedikit yang merasakannya," ujarnya. Komar mengatakan batik yang dijualnya berkisar Rp. 200 ribu-2 juta terutama untuk pakaian. Komar mengaku banyak rekannya mengalami hal serupa, sehingga tidak sedikit yang terpaksa memilih berhenti dulu berjualan batik. "Tidak mungkinlah kita membanting harga, karena kualitas harus tetap dikedepankan," tandas Komar. batik komar1 Menurutnya, ongkos kerja sudah naik sejak lebaran lalu, namun demikian hal itu tetap harus disyukuri karena hampir semua sektor perdagangan yang mengandalkan impor mengalami kelesuan. "Biasanya tanggal muda banyak yang berbelanja, namun memang untuk bulan ini masih sepi," ucapnya. Komar mengakui batik Komar yang berada di kawasan Cigadung Timur kota Bandung ini selalu berinovasi dengan mengadakan kajian, seperti seminar, pelatihan dan lain-lain. Banyak bahan dari impor, seperti sutera, zat warna dari India, jepang, Jerman Belanda, China. Ia menegaskan, batik adalah produk budaya bangsa Indonesia yang terus berkembang dalam rangkaian sejarahnya. "Batik mempunyai ragam hias yang bermacam-macam dan memiliki identitas masing-masing untuk setiap daerah di Indonesia," ucapnya. batik_komar2 Batik merupakan produk budaya hasil cipta, rasa dan karsa manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus berkembang sesuai jaman. Ia menjelaskan batik yang semula merupakan estetis simbolis sebagai busana dan sarana adat berkembang, sekarang menjadi kebutuhan aksesoris interior, bahkan menjadi komoditas perdagangan dalam rupa dan fungsi yang lebih luas. Batik dalam lingkup kebudayaan Indonesia mengandung nilai sejarah, ekonomi, serta nilai-nilai simbolis yang sarat makna. Batik bukan hanya proses pembuatan, tetapi merupakan produk gagasan berwujud pada kain dan media lainnya yang memiliki makna. Batik Indonesia telah memperoleh pengukuhan Internasional dari United Nation Educational, Social and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity atau Mahakarya Pusaka Kemanusiaan Lisan dan Takbenda di Abu Dhabi pada tanggal 2 Oktober 2009. batik komar5 Batik adalah kerajinan tangan sebagai hasil pewarnaan secara perintangan menggunakan malam (lilin batik) panas sebagai perintang warna dengan alat utama pelekat lilin batik berupa canting tulis dan atau canting cap untuk membentuk motif tertentu yang memiliki makna. Secara umum, ada 3 macam jenis Batik dilihat dari proses dasar batik, yakni 1. Batik tulis, batik yang dibuat dengan menggunakan alat utama canting tulis sebagai alat melekatkan malam. 2. Batik cap, batik yang dibuat dengan menggunakan alat utama canting cap sebagai alat melekatkan malam. 3. Batik kombinasi, gabungan antara batik tulis dan batik cap, yang dibuat dengan menggunakan alat utama canting cap dan canting tulis. (Dudy Supriyadi)