Bantuan Asing Atasi Kebakaran Hutan Dinilai Terlambat

Bantuan Asing Atasi Kebakaran Hutan Dinilai Terlambat
Jakarta, Obsessionnews - Ketua Komisi II DPR RI Lukman Edy menyambut baik langkah pemerintah yang bersedia menerima bantuan asing untuk memadamkan kawasan hutan yang dibakar di Sumatera dan Kalimantan, meski keputusan ini terkesan terlambat. "Tapi nggak apa-apa lah, daripada tidak sama sekali," ujar Edy di Jakarta, Sabtu (10/10/2015). Ia sendiri sebenarnya menyesalkan, mengapa penerimaan bantuan asing tidak dilakukan dari kemarin. Padahal kata dia, pembakaran hutan sudah mengakibatkan dampak buruk terhadap masyarakat dalam beberapa hal, baik dari segi ekonomi, sosial, kesehatan dan pendidikan. "Saya kira ini kekeliruan pemerintah ya. Akhirnya, setelah diminta, kebijakan itu sekarang kan sudah dicabut. Sekarang Malaysia dan Singapura boleh mengirimkan bantuan," ujar Lukman. Bantuan asing muncul setelah banyaknya desakan dari masyarakat dan dan anggota DPR yang meminta agar kebakaran hutan ditetapkan sebagai bencana nasional. Sebab, dengan dengan status bencana nasional, menjadikan pemerintah lebih terbuka terhadap bantuan asing. Pihak asing yang terlibat memadamkan api di Sumatera dan Kalimantan adalah, Malaysia, Singapure, Rusia, dan Australia. (Albar)