Wah, Hipmi Jabar Malah Senang Harga Premium Tak Turun

Bandung, Obsessionnews - Terkait kebijakan pemerintah yang tidak menurunkan harga BBM jenis premium, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar menyambut baik hal itu. Menurut ketua Hipmi Jabar Jodi Janitra, pihaknya menyambut baik dan optimis. "Karena selama ini subsidi premium kurang tepat sasaran dan banyak dinikmati oleh kalangan kelas menengah yang sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap daya beli di kalangan tersebut," ujar Jodi, Jumat (9/10), meski berbagai kalangan mendesak pemerintah menurunkah harga premium. Sementara harga bbm jenis solar solar yang harganya turun, sangat membantu dalam melancarkan kegiatan distribusi komoditi, karena kendaraan bermotor yg digunakan untuk distribusi rata-rata menggunakan solar truk, bus dan lain-kain. "Para pengusaha sendiri merasa diuntungkan denga penurunan solar tersebut dan diharapkan penurunannya lebih besar lagi," tandasnya. Dua hari lalu pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak jenis solar Rp 200 per liter menjadi Rp 6.700 per liter. Keputusan itu disampaikan berbarengan dengan pengumuman paket kebijakan ekonomi Jilid III. “Penurunan harga yang sama juga akan berlaku untuk solar non subsidi,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution di kantor Presiden Jakarta, Rabu (7/10/2015). Selain itu akan diumumkan jenis bahan bakar elpiji 12 kg, pertamax, dan pertalite, sementara harga bbm jenis premium dipastikan tak jadi diturunkan dengan pertimbangan harga keekonomian. “Harga gas untuk pabrik dan dari lapangan gas yang baru ditetapkan sesuai dengan kemampuan daya beli industri terutama untuk pupuk,” kata Darmin. Menurut Darmin penurunan ini dalam rangka untuk memangkas biaya perekonomian. Darmin melanjutkan penetapan harga baru ini berlaku efektif tiga hari sejak pengumuman hari ini. Sedangkan harga gas baru berlaku 1 Januari 2016. (Dudy Supriyadi)





























