Sabtu, Jokowi Resmikan Kawasan Wisata Mandeh

Padang, Obsessionnews - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dijadwalkan akan meresmikan Kawasan Wisata Bahari Mandeh Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) Sabtu (10/10) setelah melakukan sejumlah kegiatan di Sumbar dan Riau. Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Barat Reydonnyzar Moenek mengatakan, Presiden bersama rombongan dijadwalkan meresmikan kawasan Wisata Bahari Mandeh sebelum siang. "Setelah selesai memantau penanganan kabut asap di Riau, Pak Presiden bersama rombongan bermalam di Padang. Dari Padang pada Sabtu pagi melalui jalan darat ke Mandeh untuk peresmian kawasan Wisata Bahari Mandeh," kata Donny, Jum'at (9/10). Usai peresmian, Presiden bertolak ke Padang untuk menghadiri kegiatan di Mesjid Raya Sumatera Barat. Selepasa dari Mesjid Raya Sumatera Barat dilanjutkan kegiatan peninjauan pembangunan stasiun duku Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang mengkoneksikan jalur kereta api dan penerbangan. Presiden RI Joko Widodo bersama rombongan, sampai di Sumbar pada Kamis (8/10). Sepanjang Kamis, Presiden mengunjungi Nagari Parit Malintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman. Di Nagari Parit Malintang, Presiden melakukan peletakan batu pertama menandai pembangunan sejumlah infrastruktur.
Sebelumnya, Presiden dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman lalu menempuh jalur darat menuju Provinsi Riau untuk meninjau penanganan kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan, Kamis (8/10). Begitu mendarat di BIM pukul 11.30 WIB, Usai kegiatan di Kabupaten Padang Pariaman, Presiden beserta rombongan bertolak menuju Padang Panjang untuk menikmati kuliner khas Minang yakni Sate Mak Syukur. Perjalanan dilanjutkan ke Balai Pembibitan Ternak Unggul Padang Mengatas Kabupaten Limapuluh Kota dan ber malam di Bukittinggi. Sepanjang Jum'at (9/10), Presiden bertolak ke Kampar, Riau setelah mengunjungi rumah kelahiran Mohammad Hatta. Dari Bukittinggi, Presiden bersama rombongan melalui jalan darat. Usai melihat penanganan kabut asap di Kampar, selanjutnya bertolak ke Padang dan menginap di Padang. Personil pengamanan yang diturunkan selama kunjungan kerja Presiden di Sumbar berjumlah 10,600 kekuatan dari personil TNI/Polri. Dari jumlah kekuatan yang diturunkan, sebanyak 4.000 personil TNI dan 6.600 personil Polri.(Musthafa Ritonga)
Sebelumnya, Presiden dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman lalu menempuh jalur darat menuju Provinsi Riau untuk meninjau penanganan kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan, Kamis (8/10). Begitu mendarat di BIM pukul 11.30 WIB, Usai kegiatan di Kabupaten Padang Pariaman, Presiden beserta rombongan bertolak menuju Padang Panjang untuk menikmati kuliner khas Minang yakni Sate Mak Syukur. Perjalanan dilanjutkan ke Balai Pembibitan Ternak Unggul Padang Mengatas Kabupaten Limapuluh Kota dan ber malam di Bukittinggi. Sepanjang Jum'at (9/10), Presiden bertolak ke Kampar, Riau setelah mengunjungi rumah kelahiran Mohammad Hatta. Dari Bukittinggi, Presiden bersama rombongan melalui jalan darat. Usai melihat penanganan kabut asap di Kampar, selanjutnya bertolak ke Padang dan menginap di Padang. Personil pengamanan yang diturunkan selama kunjungan kerja Presiden di Sumbar berjumlah 10,600 kekuatan dari personil TNI/Polri. Dari jumlah kekuatan yang diturunkan, sebanyak 4.000 personil TNI dan 6.600 personil Polri.(Musthafa Ritonga) 




























