6 Negara Padamkan Api, Singapura Datang Lebih Awal

6 Negara Padamkan Api, Singapura Datang Lebih Awal
Riau, Obsessionnews - Sekitar tiga bulan wilayah Sumatera dan Kalimantan dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan. Kostrad sudah menurunkan 350 personil, namun masih saja kabut api bertebaran dimana-mana. Akibat asap dari kabut api ini ribuan masyarakat terserang penyakit ISPA hingga menelan korban jiwa. Bencana asap yang menimpa Sumatera dan Kalimantan tidak saja berdampak pada wilayah setempat, namun negara mengirim juga asap ke negara tetangga, Malaysia dan Singapora. Sebelumnya pemerintah menolak tawaran bantuan dari negara lain untuk memadamkan api yang berada di beberapa titik hostpot. Karena api tak kunjung padam, maka pemerintah kali ini sudah menerima tawaran bantuan beberapa negara dalam penanganan asap. Enam negara disanggupi pemerintah untuk membantu penanganan bencana yakni Singapura, Malaysia, Korea, Rusia, Australia, dan Tiongkok. “Tapi yang datang hari ini dari Singapura. Mungkin Minggu akan mulai berdatangan nanti,” tutur Presiden Jokowi di Posko Pelayanan Kesehatan Kuok, Riau, Jumat (9/10/2015). Pesawat-pesawat yang diperbantukan itu memiliki kapsitas tinggi dari sebelumnya. Indonesia hanya memiliki kapsitas angkut air untuk waterboming 500-4300 liter saja, sedangkan pesawat yang akan diperbantukan kali ini memiliki kapasitas 12.000-15.000 liter. "Bantuan pesawat juga dikosentrasikan di Sumatera Selatan (Sumsel). “Karena memang dari hasil checking kita, titik api terbanyak itu memang masih di Sumsel,” tandasnya. Mengenai penegakan hukum yang terkait dengan kebakaran hutan, Presiden menjelaskan bahwa saat ini masih diproses di Kepolisian. “Dalam waktu dekat kemungkinan akan diumumkan siapa yang secara hukum memang melanggar,” terangnya. Selain melihat perkembangan pemadaman kebakaran hutan, Presiden yang juga didampingin Menkes Nila Moeloek sempat berkunjung di Puskesmas Kuok untuk memastikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana asap. Menurut Nila sampai saat ini terjadi peningkatan jumlah masyarakat terkena ISPA. “Di Kampar menjadi sebanyak 18-20 oran/hari,” bebernya. (Asma)