Menguatnya Rupiah Bukan Karena Paket Kebijakan Ekonomi

Menguatnya Rupiah Bukan Karena Paket Kebijakan Ekonomi
Jakarta, Obsessionnews - Pemerintah telah menyodorkan paket kebijakan ekonomi dan bakal terus berlanjut. Namun, hingga saat ini, dinilai belum berdampak terhadap perekonomian nasional. Ekonom Sabang-Merauke Circle Wahyu Perdana Santosa mengatakan, paket kebijakan tersebut sebetulnya bagus. Namun, bersifat fundamental untuk perbaikan ekonomi menyeluruh. Ini artinya, dampak dari kebijakan Presiden Jokowi tak bisa dirasakan dampaknya secara langsung. "Baru bisa dirasakan jangka panjang," kata Wahyu kepada obsessionnews.com melalui sambungan telepon, Kamis (8/10). Meski bersifat jangka panjang untuk perbaikan menyeluruh, bukan berarti paket kebijakan ekonomi tersebut tanpa kelemahan. Menurut Wahyu, dari sisi implementasi, yang disodorkan presiden punya kekurangan. Letaknya, ada pada koordinasi antar kementerian atau lembaga. Sebab bukan apa-apa. Struktur kabinet saat ini dikenal tak elok koordinasinya. Selanjutnya, penguatan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi beberapa hari terakhir kata Wahyu, lebih disebabkan faktor eksternal. Utamanya, perekonomian AS yang memburuk. "90 persen dikarenakan faktor eksternal," sebut Wahyu. Sekedar catatan, perlambatan ekonomi AS ada pada tingkat produksi serta buruknya data ketenagakerjaan negeri Paman Sam yang dirilis Jumat pekan lalu serta tak sesuai prediksi. Akibatnya, The Federal Reserve yang merupakan bank sentral negara adi daya itu menahan suku bunga hingga mendekati nol. (Mahbub Junaidi)