Jokowi Tinjau Proyek Pengeboran Terowongan MRT

Jakarta, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi pengeboran terowongan Mass Rapid Transit (MRT) yang berlokasi di Patung Pemuda Senayan, Jakarta. Peninjauan itu dilakukan untuk mengecek sejauh mana perkembangan penggalian dan konstruksi terowongan pada proyek tersebut. "Ya dulu kan memang baru pada posisi ditata, tunnel boringnya, sekarang kan sudah bekerja, kita ingin melihat sebetulnya kerjanya tunnel boring ini untuk terowongannya di dalam seperti apa," ujar Jokowi saat ditanya wartawan, Kamis (8/10/2015). Pantauan Obsessionnews, Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Mengenakan rompi dan helm, Jokowi yang turut didampingi Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok itu langsung turun ke dalam terowongan yang masih dalam pengerjaan. "Sudah dapat (pengeboron) 12 meter, nanti perhari jadi terowongan 8 meter, memang yang paling anukan (sulit kan) mengawalinya," kata Presiden. [caption id="attachment_65455" align="aligncenter" width="640"]
FOTO: Pessy/Obsessionnews.com[/caption] Jokowi mengatakan pembangunan MRT Jakarta yang berbasis rel bawah tanah merupakan peradaban baru sekaligus tonggak sejarah bagi pembangunan transportasi massal di Indonesia. Karena itu ia senang pengerjaan proyek ini diberangi dengan transfe teknologi dan transfer pengetahuan bagi pekerja lokal. "Ini juga memberikan wawasan baru bagi tenaga ahli kita, baik dalam pembuatan terowongan yang dibor, langsung diberi blok semen langsung diberi," paparnya. Sebelumnya, pengoperasian perdana mesin bor bawah tanah dilakukan Jokowi, pada 21 September lalu. Mesin bor Tunnel Boring Machine (TBM) pertama, yang diberi nama Anteraja, beroperasi dari titik Patung Senayan menuju arah utara di titik Setia Budi. MRT Jakarta berbasis rel akan membentang sekitar 110,8 km. MRT terdiri atas Koridor Selatan–Utara (Koridor Lebak Bulus- Kampung Bandan) sepanjang 23,8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang 87 km. [caption id="attachment_65456" align="aligncenter" width="640"]
FOTO: Pessy/Obsessionnews.com[/caption] Pembangunan koridor Selatan-Utara dari Lebak Bulus–Kampung Bandan dilakukan dalam dua tahap, yaitu Tahap I yang akan dibangun terlebih dulu adalah jalur Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah). Proyek ini ditargetkan rampung pada 2018. Pembangunan Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 km. Jalur ini akan dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi pada 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai. Sedangkan Koridor Timur-Barat saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024–2027. (Has)
FOTO: Pessy/Obsessionnews.com[/caption] Jokowi mengatakan pembangunan MRT Jakarta yang berbasis rel bawah tanah merupakan peradaban baru sekaligus tonggak sejarah bagi pembangunan transportasi massal di Indonesia. Karena itu ia senang pengerjaan proyek ini diberangi dengan transfe teknologi dan transfer pengetahuan bagi pekerja lokal. "Ini juga memberikan wawasan baru bagi tenaga ahli kita, baik dalam pembuatan terowongan yang dibor, langsung diberi blok semen langsung diberi," paparnya. Sebelumnya, pengoperasian perdana mesin bor bawah tanah dilakukan Jokowi, pada 21 September lalu. Mesin bor Tunnel Boring Machine (TBM) pertama, yang diberi nama Anteraja, beroperasi dari titik Patung Senayan menuju arah utara di titik Setia Budi. MRT Jakarta berbasis rel akan membentang sekitar 110,8 km. MRT terdiri atas Koridor Selatan–Utara (Koridor Lebak Bulus- Kampung Bandan) sepanjang 23,8 km dan Koridor Timur–Barat sepanjang 87 km. [caption id="attachment_65456" align="aligncenter" width="640"]
FOTO: Pessy/Obsessionnews.com[/caption] Pembangunan koridor Selatan-Utara dari Lebak Bulus–Kampung Bandan dilakukan dalam dua tahap, yaitu Tahap I yang akan dibangun terlebih dulu adalah jalur Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah). Proyek ini ditargetkan rampung pada 2018. Pembangunan Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 km. Jalur ini akan dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi pada 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai. Sedangkan Koridor Timur-Barat saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024–2027. (Has) 




























