Bareskrim Selidiki Bertambahnya Titik Api Kebakaran Hutan di Kalimantan

Jakarta, Obsessionnews - Bareskrim Mabes Polri sedang menyelidiki kebakaran hutan dan jumlah titik api yang bertambah di wilayah Kalimantan sesuai dengan data yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Ya, kita lidik dan kita sidik. Ada dugaan kelalaian, kita sidik. Ada dugaan kesengajaan, kita sidik," ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri, Brigjen Yazid Fanani di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2015). Yazid menerangkan, sebelumnya penanganan perkara ini di Kepolisian Daerah (Polda) atau Bareskrim, penyelidikan asal muasal titik api akan terlebih dahulu ditangani pihak Polda setempat. "Jika polisi setempat sudah menemukan titik terang dugaan tindak pidana, maka akan diputuskan apakah penanganannya tetap di Polda atau diambil alih Bareskrim," jelas Yazid. Dia mengaku, pihaknya juga berharap adanya partisipasi dari masyarakat untuk melaporkan ke polisi bila ditemukan titik api di wilayahnya. Pasalnya, perkara kebakaran hutan memerlukan bukti yang cukup sehingga sangat penting bila ada masyarakat yang melaporkannya. "Kalau harus kita sidik, harus ada laporannya. Tapi bisa juga kita yang menemukan langsung. Kita pakai kedua cara ini," ungkap Yazid. Sebagai informasi, BNPB menemukan adanya titik baru kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Timur yang mengakibatkan bertambahnya titik api. BNPB melansir pembakaran sebagian lahan di Kalimantan Timur (Kaltim) dilakukan untuk membuka kebun masyarakat atau kebun perorangan. Berdasarkan data citra satelit BNPB hingga Selasa lalu, ada 712 titik api di Kalimantan. Rinciannya, 333 di Kalimantan Timur, 262 di Kalimantan Tengah, 104 di Kalimantan Selatan, tujuh di Kalimantan Utara, dan enam di Kalimantan Barat. (Purnomo)





























