Said Aqil Anggap Tak Ada Konfilk dengan Gus Sholah

Jakarta, Obsessionnews - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj meminta agar tidak perlu ada sesuatu yang dibesar-besarkan dalam dinamika PBNU. Menurutnya, ketegangan yang terjadi antara dirinya dan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Solahuddin Wahid (Gus Sholah) hanya lah sebatas perbedaan pendapat. "Ini bukan konflik, beda pendapat saja, beda pandang beda pendapat," kilah Kang Said, sapaa akrab, Kiai Said Aqil kepada Obsessionnews di Jakarta, Rabu (6/10/2015). Karena itu, Said menegaskan NU tetap satu, tidak ada perpecahan di dalamnya. Adapun mengenai sikap Gus Sholah yang tidak mengakui PB NU hasil Muktamar ke 33. Ia mengaku tidak mempersoalkan. Ia yakin ketegangan yang terjadi antara PB NU dengan Gus Sholah akan berakhir dengan sendirinya. "Nanti akan berakhir sendiri," jelasnya. Demikian juga, mengenai rencana Gus Sholah mengajukan gugatan, Said mempersilakannya. Said pun mengaku, pihaknya tidak akan melawan dengan mengajukan gugatan balik, melainkan akan menjawab dengan kegiatan postif, seperti perayaan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2015. "Silakan saja lah, kita ngalir saja, kita jawab dengan kegiatan, kita jawab dengan beberapa kegiatan. Ini juga nanti kegiatan besar ini hari santri," tuturnya. Sebelumnya, Gus Sholah yang mencalonkan diri sebagai Ketua NU, mengeluarkan maklumat yang isinya tidak mengakui hasil Muktamar NU yang memenangkan Said Aqil Siraj. Gus Solah juga berencana mengajukan gugatan. Muktamar NU dinilai penuh dengan kecurangan dan manipulasi lantaran ada kewajiban bagi peserta muktamar untuk mengisi form nama calon anggota ahlul halli wal aqdli (AHWA). Mereka yang sudah ditetapkan sebagai AHWA yang memiliki suara dalam muktamar tersebut. Cara ini disebut oleh Gus Solah tidak sesuai dengan aturan AD/ART NU. Terlebih penyerahan laporan pertanggungjawaban Pengurus Besar NU buru-buru disetujui oleh muktamirin, padahal belum mendapat pandangan umum dari pengurus wilayah dan cabang. (Albar)





























