Penguatan Rupiah Diiringi Sejumlah Mata Uang Asia

Penguatan Rupiah Diiringi Sejumlah Mata Uang Asia
Jakarta, Obsessionnews - Hari ini, mata uang Garuda menunjukkan tajinya dengan menguat lebih dari 1,77%. Sementara dolar Amerika Serikat (AS) melorot hingga ke posisi Rp 14.170 tiap dolarnya. Padahal, kemarin nilainya masih Rp 14.400-an. Lantaran spekulasi The Federal Reserve terkait kenaikan suku bunga, dolar AS terus melejit sejak pertengahan tahun 2015 ini. Setelah rencana tak kunjung dikerjakan, duit Paman Sam ini pun melemah. Meski begitu, Jannet Yellen menegaskan bakal menaikkan suku bunga tahun ini juga. Data perdagangan Reuters menyebutkan, sejak perdagangan Selasa (6/10) pagi, dolar AS sempat berada di Rp 14.170. Setelah itu, dolar harus menerima penguatan sejumlah mata uang Asia lainnya. Yen Jepang pada hari ini menguat 0,25%, sedangkan Yuan China +0,02%. Won Korsel menguat 0,51% sementara dolar Australia 0,55%. Dolar Selandia Baru pun 0,05% Sedangkan penguatan rupiah Indonesia sebesar 1,77%. Selanjutnya, mata uang Malaysia, India dan beberapa negara lain masih anjlok di hadapan dolar AS. Dolar Singapura misalnya yang melemah 0,50% pada hari ini. Sedangkan dolar Taiwan anjlok 0,55%. Ringgit Malaysia dan Bath Thailand melemah 0,29%. Sedangkan Rupee India 0,19%. (Mahbub Junaidi)