Harga Minyak Dunia Terangka Setelah AS Pangkas Produksi

Harga Minyak Dunia Terangka Setelah AS Pangkas Produksi
Jakarta, Obsessionnews - Menyusul penurunan produksi Amerika Serikat (Amerika Serikat), pada Senin (5/10) waktu setempat, harga minyak dunia menguat. Patokan AS, harga minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate untuk pengiriman November, naik 72 sen dan berada pada posisi 46,26 dollar AS perbarrel pada perdagangan di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak mentah jenis Brent North Sea untuk pengiriman November, patokan global berada pada harga 49,25 dollar AS per barrel di perdagangan London, Inggris. Kenaikan harga minyak seperti dilansir AFP, lantaran penurunan jumlah rig minyak di AS pada pekan lalu. Hitungannya, berdasar data yang dirilis Jumat lalu, jumlah rig yang beroperasi turun 26 rig ke tingkat 614 rig dan termasuk paling rendah dalam kurun waktu lima tahun. Selanjutnya, laporan tenaga kerja AS untuk bulan September yang dirilis pada Jumat pekan lalu mendorong The Fed untuk menahan rencana kenaikan suku bunga acuannya ke tingkat nol pada Oktober ini. Akibatnya, menekan kenaikan dolar AS. [caption id="attachment_65138" align="aligncenter" width="640"]ilustrasi minyak. (Edwin/Obsessionnews) ilustrasi minyak. (Edwin/Obsessionnews)[/caption] Lantaran pelemahan nilai tukar dolar AS yang menjadi patokan harga perdagangan minyak dunia, cenderung meningkatkan permintaan pasokan. Para analis menilai, pasar minyak juga didukung sinyal dari Rusia yang bersedia berdialog dengan para produsen minyak terkait melimpahnya pasokan global. Kabar soal Rusia ini pun memberi momentum kenaikan yang kuat di pasar minyak. Sebab selama ini, Rusia dikenal enggan memotong jumlah produksinya apalagi bekerja sama dengan OPEC dalam mendukung harga minyak yang terbilang rendah. Sekedar catatan, Rusia merupakan salah satu produsen utama minyak dunia selain negara-negara Arab dan AS.(Mahbub Junaidi)