Desy Ratnasari Penyambung Aspirasi Rakyat

Jakarta, Obsessionnews - Langkah Partai Amanat Nasional (PAN) merekrut beberapa artis sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2014 merupakan langkah yang cerdas. Pasalnya, popularitas para artis itu berandil besar mendongkrak perolehan suara PAN. PAN paling banyak meloloskan artis ke Senayan, sebutan populer untuk Gedung DPR/MPR di Senayan, Jakarta Pusat. Salah seorang di antaranya adalah Desi Ratnasari. Pemilu 2014 memang membawa berkah bagi pemain film, pemain sinetron, dan penyanyi ini. Ia pendatang baru di pentas politik. Desy terjun ke dunia politik pada 2013, lalu dipercaya menjadi caleg pada Pemilu 2014, dan langsung terpilih menjadi anggota DPR. Pada Pemilu itu Desi ditempatkan di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IV (Sukabumi), yang merupakan tanah kelahirannya, dan memperoleh 56.397 suara. Memang, ketenarannya sebagai artis berperanan siginifikan dalam meraih suara cukup besar Setelah terpilih menjadi anggota DPR, Desy berkonsentrasi penuh pada tugasnya sebagai wakil rakyat. Dia menanggalkan aktivitasnya sebagai artis. Artinya, anggota Komisi VIII DPR yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan ini dalam bekerja tak mau setengah-setengah. Ia telah berkomitmen mendedikasikan hidupnya sebagai penyambung aspirasi rakyat. Dalam bekerja wanita kelahiran Sukabumi, 12 Desember 1973, ini senantiasa berusaha menjaga nama baik pribadi dan lembaga DPR. Hingga kini Desy termasuk salah seorang legislator yang bercitra baik, karena tidak terlibat dalam kasus kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Selain itu Desy juga rajin mengikuti rapat-rapat di DPR. PAN tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) yang mendukung duet Prabowo Subianto – Hatta Rajasa pada Pilpres 2014. Namun, Prabowo – Hatta kalah melawan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) yang diusung Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Setelah terjadi pergantian Ketua Umum PAN dari Hatta Rajasa ke Zulkifli Hasan, terjadi pula perubahan peta politik. Kini PAN mendukung pemerintahan Jokowi. Menurut Desy, meski PAN kini mendukung Jokowi hal itu tak otomotis membungkam kader-kader Pan untuk bersikap kritis. PAN memberi kebebasan kepada kader-kadernya untuk mengkritisi kebijakan pemerintah dan sekaligus memberikan solusi. Desy aktif turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi rakyat yang kemudian diperjuangkan di gedung parlemen. Selain itu pelantun Tenda Biru ini bersikap kritis terhadap pemerintah, khususnya kementerian yang merupakan mitra kerja Komisi VIII DPR. Desy pernah mengkritik Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, karena kinerjanya yang pasif dalam menyikapi maraknya kasus penelantaran anak. Kritik itu disampaikan Desy dalam diskusi di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2015). Diskusi itu membahas penelantaran anak di Cibubur, Jakarta Timur. “Sampai detik ini saya tidak tahu apa yang dilakukan Yohana Yembise terkait kasus ini,” katanya saat itu. Desy mendorong Yohana untuk memberi perhatian yang serius kepada permasalahan perlindungan anak. Bukan hanya dalam kasus yang terjadi di Cibubur saja, tetapi juga pada kasus-kasus lainnya. Aktivitasnya sebagai wakil rakyat memang padat. Selain itu ia juga harus membagi waktu untuk kegiatan di PAN. Lalu bagaimana Desy membagi waktu untuk anak semata wayangnya, Nasywa Nathania Hamzah? Desy mengungkapkan, karena kesibukannya itu ia pernah diprotes oleh anaknya. “Senin-Jumat aku full, enggak bisa diganggu. Kadang kalau saya lagi libur, dia masuk sekolah atau sebaliknya. Jadi nggak ketemu-ketemu waktunya. Nasywa protes, 'bunda kok sekarang sibuk terus'," katanya. Wanita berhijab ini punya cara untuk mengatasi bila anaknya protes. Selain harus pandai mengambil hati sang anak, Desy juga berusaha bisa menghabiskan waktu bersamanya di saat weekend tiba. "Jadi hari Sabtu-Minggu aku berusaha ada waktu untuk anakku. Aku mulai ngasih pengertian ke dia, bahwa kerjaan yang sekarang berbeda sama dulu. Jadi kalau dia ngambek ya pinter-pinternya deketin dia," cetusnya. Desy yang telah dua kali gagal berumah tangga ini mengawali kariernya sebagai pemain film pada 1988 di film ElegiBuat Nana. Selanjutnya ia bermain di film Saskia (1988), Komar Si Glen Kemon Mudik (1989), Joe Turun ke Desa (1989), Blok M (1990), Oom Pasikom (1990), Olga dan Sepatu Roda (1991), dan lain-lain. Sedangkan sinetron yang dibintanginya antara lain Jendela Rumah Kita (1989), Balada Orang Muda (1990), Senja di Ujung Tahun (1991), dan Sengsara Membawa Nikmat (1992). Meski popularitasnya melejit lewat dunia akting, Desy rupanya masih belum puas. Ia mencoba peruntungan di jalur tarik suara dengan menyanyikan lagu-lagu pop Indonesia. Ia telah menghasilkan album Lukisan Cinta (1993), Bukan Aku Menolakmu (1995), Tenda Biru (1996), Sampai Hati (1997), Lembaran Baru (1998), Takdir (1998), The Best of Desy Ratnasari (1998), Karena Cinta (1999), dan Menyesal (2000). (arh)





























