Mahasiswa Undip Tuntut Pemerintah Bereskan Kabut Asap

Semarang, Obsessionnews - Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) menggelar aksi damai atas bencana kabut asap yang melanda di Sumatera dan Kalimantan pada Senin (4/10/2015). Kegiatan diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip beserta organisasi daerah mahasiswa sebagai ekspresi mahasiswa terhadap bencana kabut asap. Koordinator acara, Nindy Mirvanda mengatakan bencana kabut asap sekarang telah mencapai kondisi terparah dibanding tahun sebelumnya. Indeks Standar Pencemaran Udara sudah mencapai level berbahaya yaitu diatas 300. "Akibatnya, banyak masyarakat terkena inspeksi saluran pernafasan, bahkan sudah ada korban meninggal dunia di Pekanbaru dan Jambi," ujarnya. Selama musim kemarau, banyak korporasi dan masyarakat membuka lahan dengan cara dibakar. Akibatnya, lahan terbakar semakin menjadi. Terlebih belum ada langkah konkrit pemerintah yang memberi solusi ampuh bagi kabut asap. Massa menyampaikan tuntutan diantaranya pemerintah segera merevisi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terutama sanksi pidana pelaku kerusakan lingkungan, menegakkan hukum kepada individu atau instansi yang sengaja membakar lahan agar mendapat efek jera. "Kami mendorong pemerintah untuk membentuk tim khusus penanganan kabut asap dengan mengupayakan tindakan preventif agar bencana tidak terjadi lagi," tegas dia. Aksi yang dilaksanakan di depan kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sekitar pukul 09.00 WIB ini berjalan lancar dan tertib. Massa sempat membuat drama penderitaan masyarakat terkena bencana asap. (Yusuf IH)





























