CEO Bonek FC Harapkan Perbaikan Kualitas Wasit

CEO Bonek FC Harapkan Perbaikan Kualitas Wasit
Jakarta - Usai melakukan walk-out pada perempat-final Piala Presiden leg kedua, Bonek FC dipanggil oleh pihak PSSI. CEO Bonek FC, Gede Widiade pun datang mewakili. Gede selaku CEO Bonek FC telah memenuhi panggilan dari PSSI. Sebagaimana diketahui, Bonek FC mogok saat pertandingan kontra Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring karena wasit Jerry Elly memberikan penalti kontroversial kepada tuan rumah. PSSI pun meminta keterangan akan hal tersebut. Gede mengaku sangat kecewa dengan keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Laskar Wong Kito pada menit 12', meski pada tayangan ulang tak nampak adanya handball. Kepada PSSI, Gede pun menuturkan harapannya agar ada pembenahan kualitas wasit. "Sebaiknya wasit-wasit yang tak punya kompetensi untuk memimpin pertandingan kelas atas jangan dipakai. Akhirnya hanya menghancurkan pembinaan," ungkap Gede kepada wartawan di Kantor PSSI, Jumat (2/10/2015). "Saya hanya mau mencari kebenaran, sportivitas, dan fair play di lapangan. Juara dan kemenangan itu merupakan akhir dari proses. Kalau proses sudah tidak bagus, saya tidak mau terlibat di dalamnya. Itu sudah menjadi prinsip saya." Selain mendapat panggilan dari PSSI, Gede juga dipanggil oleh pihak Mahaka Sports and Entertainment selaku penyelenggara Piala Presiden. Bonek FC juga terancam denda sebesar maksimal Rp200 juta karena aksi mereka. "Saya juga tidak tahu, apa dilakukan bersifat individual atau korps wasit. Himbauan saya, pesan moral saya agar ini menjadi instrospeksi, termasuk juga untuk wasit." (goal.com)