Jokowi: Pekan Depan, Kemungkinan Harga BBM Turun

Jakarta, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang menunggu hasil kalkulasi dari PT Pertamina untuk memutuskan bisa atau tidak harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium diturunkan. Hasil kalkulasi itu akan baru akan ia terima pada Senin pekan depan. "Jadi ada kemungkinan (premium turun). Masih dalam kalkulasi. Nanti dilaporkan pada saya Senin," ujar Jokowi di Gudang Beras Bulog, Kepala Gading, Jakarta Utara, Jumat (2/10/2015). Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengakui bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengumumkan, tidak akan terjadi perubahan harga BBM baik premium maupun solar hingga akhir Desember 2015. Namun, Kepala Negara menginginkan jika ada beberapa hal yang dapat diefisienkan oleh Pertamina untuk kemudian harga premium dapat diturunkan, maka ia berharap efisiensi tersebut dapat dilakukan. "Memang sudah disampaikan bahwa harga tidak akan naik sampai akhir Desember. Tapi kan saya sampaikan apakah ada kemungkinan dilihat lagi biaya yang ada, bisa diefisiensikan. Jokowi mengatakan penurunan harga BBM dimungkinkan seiring harga yang berlaku saat ini masih minus dua persen dari harga keekonomian. Rencananya, perubahan harga BBM berkadar research octane number (RON) 88 ini akan masuk dalam salah satu poin paket kebijakan ekonomi jilid III. "Kalau bisa (turun) diumumkan. Kalau enggak bisa pun diumumkan," terang Presiden. Sebelumnya, saat memimpin Rapat Terbatas di Istana Jokowi menyinggung masalah BBM dan berharap harga bahan bakar jenis Premium dapat diturunkan. Sementara Kementerian ESDM telah memutuskan untuk menahan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar untuk tiga bulan mendatang. Selama enam bulan ke belakang, harga BBM premium belum pernah mengalami perubahan Rp 7.300 per liter untuk luar Wilayah Jawa-Madura-Bali, sedangkan daerah Jawa Bali ditetapkan Rp 7.400 per liter. Sementara harga minyak solar subsidi ditetapkan Rp 6.900 per liter. (Has)





























