Alumni Teknik Mesin ITB Siap Bantu Pemerintah Bugarkan Ekonomi

Bandung, Obsessionnews - Ikatan Alumni Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung(IAM-ITB) siap membantu pemerintah bugarkan ekonomi- Hal itu diungkapkan Sekjen IAM-ITB Rudi Andriyana, Jumat (2/10). Kebugaran ekonomi diawali dengan adanya gagasan The 3rd Generation University. "Upaya ini untuk menggapai proses pembangunan kedaulatan teknologi dan industri di Indonesia sebagai inkubator ilmu pengetahuan, sehingga berdaulat dari sisi teknologi dan industri," ujar Rudi. Untuk merealisasikan hal itu, IAM-ITB mengadakan sebuah pertemuan atau Reuni akbar para alumni 1950-1980 di Puspiptek Serpong 26–28 Oktober lalu yang dihadiri tidak kurang dari 600 orang alumni. Rudi menjelaskan para alumi dapat menularkan ilmunya melalui kegiatan komersial berbasis sains dan teknologi. "Nah dari situlah akan lahir technopreneur pemula, perusahaan baru, hingga pemodal yang siap terjun ke bisnis berbasis teknologi terkini yang berprospek cerah," tandasnya. Pada acara reuni akbar bertajuk membangun keunggulan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) dan Indonesia dengan semangat solidarity forever ini alumni akan dibekali ilmu lewat simposium tentang arah ITB menjadi The 3rd Generation University, pameran technopreneur alumni mesin ITB, kajian pengembangan bisnis dari Mesin Entrepreneur Club (MEC) menyangkut pelibatan modal ventura (Bank Syariah Mandiri dan Bank Windu Kentjana) serta mengupas peluang bisnis diantara jejaring alumni. “Jumlah pengusaha kita masih minim, sehingga upaya menurunkan tingkat pengangguran menjadi berat," timpal Rudi. Ia mengatakan sisi lainnya ketergantungan pada pemerintah sangat besar, sehingga secara kebetulan IAM-ITB dipercaya untuk meningkatkan jumlah pengusaha di sektor usaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang teknologi dan manufaktur. Sejumlah alumni ITB yang hadir diantaranya Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Edy Putra Irawadi, Direktur Jendral Penguatan Inovasi Kementerian Ristek Dikti Jumain Appe, mantan Menteri Pendidikan Wiranto Arismunandar, ketua Majelis Wali Amanah ITB Betti Alisjahbana, Presiden Direktur dan Komisaris PT. Astra Otopart, Direktur PT. Semen Indonesia dan Mantan Wakil Menteri ESDM Susilo, serta mantan Direktur Utama PT. INKA Roos Diatmoko. “Kami tidak patah semangat untuk mengingatkan para alumni agar menjaga semangat solidaritas," tegas Rudi. Menurutnya kita harus peduli pada perkembangan kampus FTMD-ITB tercinta, kemudian berbaktilah sesuai kemampuan masing-masing. "Yang gajah membantu sesuai kegajahannya, begitupun sang semut, tak lelah bergotong-royong semua demi kedaulatan teknologi dan industri di Negara kita yang pada akhirnya akan memberikan kebugaran terhadap ekonomi," ucapnya. Hal yang sama juga dilontarkan Alumni Mahasiswa tahun 1970 Susilo Siswoutomo sebagai penggagas acara, yakni berharap terjadinya peningkatan technopreneur dari sarjana baru atau para profesional muda, karena mereka inilah yang memiliki potensi dan skill untuk menjadi seorang pengusaha formal yang tangguh serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Susilo menyayangkan, para sarjana baru dan para profesional muda tidak berani mengambil risiko. Akibatnya, terjadi gap yang luar biasa, yakni pelaku usaha yang bisa eksis hanyalah perusahaan besar dan usaha mikro saja, sedangkan kelas menengah yang memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar justru tidak banyak berkembang. Ia berharap reuni akbar 2015 menjadi tempat bagi para alumni untuk berbagi ilmu. Tidak hanya sebatas keilmuan dalam acara ini, bahkan ikatan alumni mesin (IAM) ITB yang tergabung dalam MEC siap memfasilitasi dalam bentuk modal ventura dengan menggandeng dua bank nasional yaitu, Modal ventura yang dimaksudkan adalah bantuan berupa dukungan finansial dan manajemen bagi technopreneur pemula (start-up company) yang berpotensi dalam mengembangkan bisnisnya. Targetnya menumbuhkan technopreneur baru dan berkembang, dalam rangka membangun kemandirian dan meningkatkan daya saing bangsa sesuai dengan semangat Indonesianisme yang terus digaungkan. (Dudy Supriyadi)





























