Pulau Rehabilitasi Narkoba, Ini Tiga Permintaan AIRI

Pulau Rehabilitasi Narkoba, Ini Tiga Permintaan AIRI
Jakarta, Obsessionnews – Sekretaris Jenderal Asosiasi Lembaga Rehabiltasi NAPZA (AIRI) Kemensos Darmawan SAg menentang adanya permintaan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso yang ingin menempatkan napi narkoba di sebuah pulau khusus. Selain tidak efektif, ia juga menilai perlunya BNN untuk mempelajari tiga hal. “Pertama, perbaiki dulu penjara tersebut, Sumber Daya Manusianya (SDM). Kedua, perbaiki kinerja BNN yang sudah ada. Ketiga belajar secara baik dan benar apa itu dunia adiksi, karena tidak mudah,” ucap Darmawan kepada Obsessionnews seusai acara Executive Leaders Talk (ELT) seri ke-2, yang bertema ‘Pulau Penjara Rehabilitasi Narkoba, Perlukah?’ di Jl. Kedondong No. 161, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2015). Ia juga beralasan, banyak tempat rehabilitasi milik masyarakat yang sudah ada. Kenapa tidak difungsikan? Belum lagi BNN juga memiliki tempat rehabilitasi dipulau yang dahulu pernah dibangun pada 2006 hingga 2008. “Rehabilitasi yang akan ditempatkan di pulau-pulau kecil, kami merasa itu belum efektif. Sekarang milik masyarakat itu sudah banyak, kenapa tidak memperdayakan milik masyarakat yang sudah ada? Selanjutnya BNN sendiri punya yang namanya rehabilitasi di pulau, dulu namanya pulau Sebaru pada 2006 sampai 2008, itu juga nggak jalan,” ungkapnya. Padahal, lanjut Darmawan, di pulau Sebaru gedungnya sudah tersedia, tempatnya juga sudah ada. Itu kemana? Koq dibiarkan saja. Sangat disayangkan? “Langkah tepat, perdayakan yang sudah ada. Masih banyak tempat-tempat rehabilitasi masyarakat yang kosong. Jadi harus diklasifikasi, mana Bandar, mana pemakai,” ujar Darmawan yang juga Ketua Yayasan Madani Mental Health Care ini. (Popi Rahim)