Pembunuhan Aktivis Tambang, Komisi III Curiga Permainan Pemilik Modal

Pembunuhan Aktivis Tambang, Komisi III Curiga Permainan Pemilik Modal
‎Jakarta, Obsessionnews - Penyiksaan dua aktivis lingkungan yang menolak penambangan pasir liar di Lumajang, Salim dan Tosan terlihat sangat sadis. Salim akhirnya tewas setelah mengalami penyiksaan oleh 30 premen tambang, sementara Tosan dirawah di rumah sakit. Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil, mengakui penyiksaan yang dilakukan oleh kedua orang aktivis itu memang sangat sadis. Ia curiga pasti adalah otak dibalik rencana pembunuhan Salim, yang tidak bisa dilepaskan dari sang pemilik modal dari perusahaan tambang tersebut. "Pemilik modal masih berkuasa.mereka punya uang dan bisa mengatur siapa saja. Pemilik yang tidak humanis ini gampang membunuh orang yang menentang keinginannnya," ujar Nasir kepada Obsessionnews, Selasa (29/9/2015). Untuk itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyerukan wajib hukumnya bagi Polisi untuk menangkap otak pembunuhan Salim. Ia tidak ingin, kasus-kasus pembunuhan yang menimpa aktivis seperti Munir, Wiji Tukul, tidak diketahui siapa datangnya. Sebab, kasus ini jelas melanggar HAM. ‎"Profesionalisme Polisi diuji. Apakah polisi berpihak kepada pemilik modal atau berpihak kepada hukum dan semua orang sama di depan hukum," tuturnya. Berdasarkan data tim advokasi di lapangan, pria yang akrab disapa Salim Kancil itu tewas dibunuh dipukul dengan benda tumpul, distrum dan juga di gorok lehernya dengan gergaj‎i di depan kantor balai desa. Bahkan Salim sempat diserat dan diarak di jalan hingga akrinya dia tewas dengan pukulan batu di pekarangan. (Albar)