Narkoba Marak Karena Permainan Elit Politik

Jakarta, Obsessionnews - Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMPI) memandang bahwa pemuda adalah tiang bangsa, karena itu harus diselamatkan dari bahaya narkotika dan obat berbahaya (Narkoba). Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional HMPI, Tri Joko Susilo SH, mengatakan penyalahgunaan narkoba bukan hanya tugas pemerintah, tapi lebih efektif jika dimulai dari diri sendiri. "Dimulai dari keluarga, orangtua harus memberikan pemahaman pada anaknya, anaknya memberi pemahaman pada temannya. Guru disekolah memberi pemahaman pada muridnya, ketua RT/RW memberi pemahaman pada pemuda di wilayahnya,"jelas Tri pada Obsessionews.com di kantor Obsessionnews Jl Kedondong, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2015). Tri menganalisa bahwa dari diskusi bersama rekannya, dia menilai maraknya narkoba di Indonesia adalah hasil rekayasa politik. "Dari jaman Pak Harto, Pak SBY hingga Jokowi, saya menilai ini ada rekayasa politik. Ada suatu pihak yang selalu mengacaukan negara untuk kepentingan pribadinya,"lanjut Tri. Jadi karena itulah masalah narkoba tetap terjadi hingga sekarang. Tapi menurut Tri, terlalu naif jika para elit politik itu dibersihkan. "Itu di luar kemampuan rakyat. Yang bisa rakyat lakukan adalah menyadarkan dirinya sendiri dan lingkungannya bahwa narkoba adalah bahaya," jelas dia. Tri menepis kemungkinan ada pihak asing yang hendak mengacaukan Indonesia, tapi lebih pada pertarungan elit politik. "Ada pihak yang tak ingin Indonesia maju dan menjadi besar. Dihancurkanlah generasi muda kita." Tri mengatakan mendukung wacana penyediaan Pulau Penjara Bagi penjahat narkoba. "Biar ada efek jera. Terutama bagi generasi muda, bagaimana cara agar mereka bisa sadar dan tidak menjadi pengguna, bahkan kemudian jadi bandar. Rehabilitasi perlu tapi menyadarkan diri sendiri jauh lebih penting," tanda Tri.
Hal ditegaskannya di sela-sela dalam forum Executive Leaders Talk (ELT) bertema “Pulau Penjara Rehabilitasi Narkoba, Perlukah?” yang digelar Obsession Media Group (OMG) selaku penerbit majalah Men’s Obsession, majalah Women’s Obsession & situs berita Obsessionnews.com di Kantor OMG Jl. Kedondong 161, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2015). Nara Sumber yang bertindak sebagai pembicara adalah Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Irjen Pol Deddy Fauzi Elhakim, Direktur Bina Narapidana dan Pelayanan Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Imam Suyudi, Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat, Anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamil, Dewan Pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) dan Mantan Jaksa Agung RI Abdul Rahman Saleh, Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Usamah Hisyam, dan Founder & Presiden Direktur FAN Campus (Lembaga Rehabilitasi Narkoba) Inti N Subagio. (Baron)
Hal ditegaskannya di sela-sela dalam forum Executive Leaders Talk (ELT) bertema “Pulau Penjara Rehabilitasi Narkoba, Perlukah?” yang digelar Obsession Media Group (OMG) selaku penerbit majalah Men’s Obsession, majalah Women’s Obsession & situs berita Obsessionnews.com di Kantor OMG Jl. Kedondong 161, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2015). Nara Sumber yang bertindak sebagai pembicara adalah Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Irjen Pol Deddy Fauzi Elhakim, Direktur Bina Narapidana dan Pelayanan Tahanan Lembaga Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Imam Suyudi, Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat, Anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamil, Dewan Pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) dan Mantan Jaksa Agung RI Abdul Rahman Saleh, Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI) Usamah Hisyam, dan Founder & Presiden Direktur FAN Campus (Lembaga Rehabilitasi Narkoba) Inti N Subagio. (Baron) 




























