Konflik NU, Gus Sholah dan Said Aqil Sama-sama Curang

Konflik NU, Gus Sholah dan Said Aqil Sama-sama Curang
‎Jakarta, Obsessionnews - Konflik di internal Nahdlatul Ulama (NU) pasca pelaksanaan Muktamar ke 33 di Jombang belum berakhir. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengeluarkan maklumat yang isinya tidak mengakui hasil Muktamar NU yang memenangkan Said Aqil Siraj. Sebab, Muktamar NU dinilai penuh dengan kecurangan dan manipulasi lantaran ada kewajiban bagi peserta muktamar untuk mengisi form nama calon anggota ahlul halli wal aqdli (AHWA). Mereka yang sudah ditetapkan sebagai AHWA yang memiliki suara dalam muktamar tersebut. Cara ini disebut oleh Gus Solah adalah tidak sesuai dengan aturan AD/ART NU. Terlebih penyerahan laporan pertanggungjawaban Pengurus Besar NU buru-buru disetujui oleh muktamirin, padahal belum mendapat pandangan umum dari pengurus wilayah dan cabang. Menanggapi hal itu, Ketua GP Ansor Nusron Wahid mengatakan, jika kelompok Gus Solah menuding Muktamar ke 33 penuh dengan kecurangan, berarti ia bersama Hasyim Muzadi juga sama-sama telah melakukan kecurangan dengan mengurung peserta muktamar di Tebuireng. "Kan begini, kalau sama-sama curang beliau juga curang juga. Masa' orang nggak boleh keluar dari Tebuireng, dikunci semua. Ya kan sama curang kalau kaya gitu," ujar Nusron kepada Obsessionnews.com Selasa (29/9/2015). Nusron menyadari semua punya kesalahan yang sama hanya saja, kesalahan itu tidak perlu dibesar-besarkan sehingga malah bisa merusak citra dan nama baik NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia. Malah kata dia, dengan adanya sikap keras Gus Solah justru dianggap telah melanggar HAM. "Mana ada sih di dunia namanya gak ada kesalahan. Pasti ada, kalau bicara kesalahan, Pak Hasyim da Gus Solah salah juga, orang dikurung tidak boleh keluar dari Tebuireng dikunci. Harapannya agar tidak bisa kemana-kemana. Itu malah melanggar hak asasi manusia itu," terangnya. Kepala BNP2TKI itu, merasa apa yang ditengah dilakukan oleh kelompok Gus Solah adalah luapan emosi sesaat. Ia percaya tidak lama lagi kondisi akan kembali seperti semula, tidak ada perpecahan di internal NU. ‎"Yang penting mayoritas warga NU mengakui, saya yakin ini hanya masalah emosi sesaat. Biasa biasa, nanti juga balik dengan sendirinya," tegasnya. Gus Solah pada Muktamar NU kemarin menjadi salah satu kandidat calon ketua umum PB NU. Gus Solah adalah adik kandung Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Namun, pada pencalonannya itu ia tidak mendapat dukungan dari keluarga Gus Dur. (Albar)