Kisah Dibalik Gempa 2009 di Sumbar

Kisah Dibalik Gempa 2009 di Sumbar
Padang, Obsessionnews - Enam tahun gempa berlalu, 'denyut' getarannya masih terasa dalam ingatan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Kenapa tidak, gempa berkekuatan 7.9 Skala Richter yang mengguncang Sumbar pada 30 September 2009, 383 jiwa di Kota Padang meninggal dunia dan 1.117 jiwa di Sumbar meninggal dunia. Meski tetap dikenang, bukan berarti untuk diratapi. Terbukti, setelah enam tahun berlalu, peristiwa dahsyat yang terjadi pada Rabu (30/9/09) sekitar pukul 17:15 WIB itu, wajah Sumbar berubah total. Perubahan total terjadi pada bangunan pemerintah, rumah penduduk dan fasilitas publik. gempa sumbar2 Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, rumah warga yang dibantu pemerintah untuk pembangunan kembali sebanyak 197.751 unit. Rumah warga menjadi perioritas pertama diperbaiki di tujuh daerah dampak gempa. Sementara itu, dampak gempa terhadap kerusakan bangunan tercatat 249.833 rumah rusak. Dari total tersebut terdapat 114.797 unit rusak berat, 67.198 unit rusak sedang dan 67.838 unit rusak ringan. Fasilitas perkantoran yang rusak terdapat 442 unit, sarana prasarana pendidikan 4.748 unit, kesehatan 153 unit, jembatan 68 unit, pasar 58 unit, dan tempat ibadah 2.851 unit. Adalah wajar, meski peristiwa dahsyat sudah berlalu enam tahun, masih membekas bagi Yuna. Saat gempa terjadi, Yuna saat itu sedang mengikuti bimbingan belajar di salah satu bimbel di Jalan Sisingamangaraja Kota Padang. Bimbel itu runtuh dan rata dengan tanah akibat gempa terjadi. gempa sumbar3 Kejadian, Yuna harus bertahan selama lima jam sebelum dievakuasi. Meski selamat, Yuna harus kehilangan dua kakinya, karena putus akibat himpitan beton yang runtuh akibat gempa. "Tanpa penerangan ditengah suasana gelap gulita, saya tetap tenang dan masih berkomunikasi dengan rekan saya yang masih selamat di sebelah saya. Saya tidak mengetahui lagi, siapa yang menyelamatkan saya saat itu dari reruntuhan gedung setelah bertahan selama lima jam," ujar Yuna saat memberikan testimoni peringatan 6 tahun Gempa Bumi Sumatera Barat di Sport and Exhibition Hall Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang, Rabu (30/9). Yuna mengisahkan, setelah diselamatkan, ia dirawat selama 2,5 bulan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang. Saat ini, Yuna sudah kuliah di universitas Indonesia (UI). Mahasiswi berprestasi itu, hadir dalam peringatan gempa untuk memberikan semangat bagi warga Kota Padang agar tetap tegar. gempa sumbar4 Dalam kesempatan yang sama, mantan Walikota Padang, Fauzi Bahar mengatakan, proses recovery pasca gempa terjadi, sangat cepat, mengingat dampak akibat gempa terjadi cukup hebat. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya memporak porandakan bangunan, juga sektor prekonomian sempat down. Kunjungan wisatawan juga jauh menurun. Sesaat setelah gempa terjadi, Fauzi Bahar saat itu, langsung mengambil alih situasi dilapangan. Ia waktu itu memberikan arahan sekaligus menolong warga yang bisa diselamatkan dari reruntuhan gempa. Kini, setelah enam tahun gempa terjadi, kenangan itu masih tergiang. Setidaknya itulah yang dilakukan di Sport and Exhibition Hall Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang untuk memperingati 6 Gempa Sumatera Barat. (Musthafa Ritonga)